Jombang (beritajatim.com) – Perolehan kursi DPRD Kabupaten Jombang hasil Pemilu 2024 belum ditetapkan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) setempat. Saat ini masih tahap penghitungan di tingkat kecamatan atau PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan).
Namun demikian, prediksi perolehan kursi tersebut sudah bisa dianalisa. Hal itu berdasarkan dari sirekap (Sistem Informasi Rekapitulasi) di laman resmi KPU, http://pemilu2024.kpu.go.id. Nah, pada Jumat (23/2/2024) pukul 06.00 WIB, perolehan suara PKB Jombang masih memimpin.
Yakni meraup 143.052 suara atau 22,52 persen. Pembaruan data tersebut dilakukan pada sirekap per Jumat 22 Februari 2024 dengan progres 3.638 dari 3.858 TPS (Tempat Pemungutan Suara) atau 94,30 persen.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berpeluang menambah kursi di DPRD Jombang. Posisi kedua ditempati oleh PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) yang memeproleh 116.079 suara atau 18.28 persen.
Lalu, posisi ketiga ada Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) yang mendapat 107.907 suara atau 16.99 persen suara. Partai besutan Prabowo Subianto ini juga berpeluang menambah kursi di DPRD Jombang hingga 100 persen.
Prediksi peningkatan kursi juga nampak dari tren perolehan suara Partai Demokrat. Parpol belambang bintang mersi ini berpeluang menambah kursi meski hanya tipis. Partai ini mendapatkan 48.297 suara.
PDIP, Golkar dan PKS Stagnan
Setidaknya ada tiga parpol di Jombang yang perolehan kursi DPRD diprediksi tidak ada perubahan dengan hasil 2019. Masing-masing adalah PDIP, Partai Golkar, serta PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Hanya perolehan dapil (daerah pemilihan) yang berubah.
Di dapil Jombang 1 (Jombang Peterongan) misalnya. Partai berlambang banteng bulat ini masih memasang dua caleg petahana untuk ditarungkan. Yakni, Donny Anggun dan Dora Maharani. Walhasil perolehan suara dua petahana di dapil yang memperebutkan 8 kursi ini cukup signifikan.
Berdasarkan sirekap pada Jumat (22/2/2024) dengan progres 578 dari 619 TPS atau 93.38 persen, PDIP meraup 14.028 suara. Dari jumlah tersebut, dua petahana menjadi penyumbang dengan jumlah besar. Donny mendapat 5.298 suara, sedangkan Dora sebanyak 4.016 suara.
Sedangkan enam caleg lain dari PDIP, perolehan suaranya bervariasi. Ada di kiasaran seribu, ada ratusan, ada pula yang hanya puluhan. Berdasarkan pengitungan di dapil neraka ini PDIP diprediksi membawa pulang dua kursi.
Sedangkan Partai Golkar di dapil Jombang 1 tidak bisa banyak menciptakan kejutan. Jumlah perolehan suara Golkar di Jombang 1 hanya 3.056 suara. Panyumbang suara terbanyak adalah caleg nomor urut 1 Handi Widyawan. Dia memperoleh 1.183 suara.
Sedangkan tujuh caleg Golkar lainnya angka perolehan suaranya megap-megap. Tak banyak membantu. Di dapil Jombang 1 Partai Golkar diprediksi ngaplo alias tidak mendapatkan jatah kursi.
Lain halnya dengan PKS (Partai Keadilan Sejahtera), meski tidak ada caleg petahana, namun perolehan suara partai ini masih 4.982 suara. Ada dua nama caleg yang menjadi penyumbang suara signifikan. Masing-masing Mohammad Irfan Alkhalis sebesar 1.832 dan Muhammad Said sebanyak 1.794 suara. Partai ini berpeluang merebut satu kursi.
PDIP juga perkasa di dapil Jombang 2 (Diwek, Jogoroto, Sumobito). Di dapil ini caleg muda dari banteng moncong putih bertarung habis-habisan. Walhasil, jerih payah mereka terbayar. Di dapil ini PDIP mengumpulkan 28.084 suara.
Ada dua caleg muda yang bersinar di dapil Jombang 2. Yakni Jawahirul Fuad sebesar 9.131 suara dan Syaifulloh yang mendapat 5.435 suara. Dua kursi juga bakal menjadi hak PDIP di dapil ini. Tentu ada penambahan satu kursi jika dibanding Pemilu 2019.

Partai Golkar juga menemnpatkan caleg petahana Rahmat Agung Saputra sebagai andalan di dapil ini. Jumlah total suara Partai Golkar sebanyak 7.824. Dari juumlah itu, Agung menyumbang 5.360 suara. Golkar berpotensi mendapat satu kursi di dapil yang memperebutkan 10 kursi ini.
Dapil Jombang 2 juga masih menjadi arena yang menguntungkan bagi PKS. Masih menurut sirekap, partai ini sanggup mengumpulkkan 7.083 suara. Dua caleg non petahana yang menjadi penyumbang suara signifikan adalah Muhammad Thoyib Faizin sebesar 3.052 dan Edy Kris Efendi sebanyak 2.088 suara. Prediksinya, ada satu kursi yang direbut PKS.
Caleg PDIP Mendominasi
Bagiamana dengan dapil Jombang 3 (Mojowarno, Bareng, Wonosalam dan Mojoagung)? Dapil ini sepertinya menjadi lahan basah bagi PDIP. Hasil cocok tanam suara para caleg PDIP tumbuh subur seperti jamur di musim hujan.
Partai bergambar banteng bulat ini meraup total 29.752 suara. Masih berdasarkan data sirekap, ada tiga caleg yang menjadi pendulang suara siginifkan. Yaitu, Dodit Eko Prasetiyo sebesar 9.124 suara.
Kemudian, Syamsul Hudah mendapat 5.862 suara, serta Totok Hadi Riswanto yang mengantongi 5.484 suara. Dari dapil yang memperebutkan 10 kursi ini, PDIP berpotensi meraih 3 kursi. Dapil 3 selama ini memang dikenal sebagai basis merah.
Sementara itu, Partai Golkar memasang caleg petahana Arif Sutikno sebagai andalan di dapil ini. Dia didampingi oleh semabilan caleg Golkar lainnya. Hasilnya, suara total partai dan caleg sebesar 12.951.
Adalah Arif Sutikno dan Ahmad Basuki menjadi pendulang suara terbesar. Arif mandapat 8.489 suara, sedangkan Basuki sebesar 1.149 suara. Partai berlambang pohon beringin ini berpotensi mendapatkan satu kursi.
Sedangkan dapil Jombang 4, PDIP mampu mendulang 14.951 suara. Caleg wajah baru atas nama Adi Artama Putra mendapatkan 7.464, lalu disusul Edi Wijaya sebesar 2.528 suara, serta Sri Endah Wahyuningsih sebesar 1.941 suara.
Di dapil yang meliputi Kecamatan Perak, Bandarkedungmulyo, Gudo, serta Kecamatan Ngoro ini PDIP berpeluang meraih satu kursi. Raihan itu tidak jauh beda dengan Pemilu sebelumnya. Hal yang sama juga dialami Partai Golkar dan PKS.
Partai-partai tersebut berpotensi mendapatkan satu kursi. Suara total Partai Golkar di dapil Jombang 4 sebesar 14.951. Caleg petahana dari Golkar atas nama Andik Basuki Rahmat mendapat 6.284 suara.
Sedangkan PKS mendapatkan 7.545 suara total. Dari jumlah tersebut caleg petahana dari PKS Heri Santoso menyumbang 4.349 suara, disusul caleg PKS lainnya Ida Setya Wahyu sebesar 1.933 suara. Jika mendapatkan satu kursi, maka prestasi PKS ini setali tiga uang dengan pemilu sebeumnya.
Lalu dapil Jombang 5 (Kecamatan Ploso, Kabuh, Plandaan, Ngusikan), PDIP mengumpulkan 16.540 suara. Ada dua nama yang mendapatkan suara signifikan. Pertama Ama Siswanto yang mendapat 7.035 suara. Kedua, Lusye Widiyanawati sebesar 6.013 suara.
Di dapil utara Sungai Brantas ini PDIP diprediksi hanya mendapat satu kursi. Hal itu mengingat dominasi PKB dan Partai Gerindra sangat jempolan di dapil tersebut. Baik PKB maupun Gerindra masing-masing berpotensi mendapat dua kursi.
Lantas, bagiaman dengan Partai Golkar? Di dapil ini perolehan suara Partai Golkar cukup bagus, yakni 13.077 suara. Rinciannya, caleg petahana Maya Novita mendapat 4.612 suara, dibuntuti caleg atas nama Maulana Syahiduzzaman yang mendapat 2.932 suara. Prediksinya, Golkar mengoleksi satu kursi.
Sedangkan PKS diprediksi gigit jati di dapil ini. Pasalnya, total suara PKS hanya 4.343. Hasil tersebut disumbang oleh caleg Mochamad Arifin sebesar 1.762 suara, kemudian Anang Sopyan 1.536 suara. Sedangkan lima caleg lain perolehan suaranya datar-datar saja.
Di dapil 6 atau terakhir, caleg PDIP harus ngos-ngosan untuk berebut suara. Bahkan, PDIP terancam kehilangan satun kursi. Pada Pemilu 2019, PDIP mendapat dua kursi atas nama M Na’im dan Wiwin Hidayati.
Namun untuk Pemilu 2024, hanya Naim yang berpotensi melenggang ke gedung DPRD Jombang. Sedangkan Wiwin Hidayati harus pamit. Jumlah total suara PDIP di dapil yang meliputi Kecamatan Megaluh, Tembelang dan Kesamben ini sebesar 12.724.
Dua caleg penyumbang terbesar adalah M Naim sebesar 5.634 suara, lalu Wiwin Hidayati 4.365 suara. Sedangkan empat caleg lainnya perolehan suaranya kurang tajam. Berlanjut ke Partai Golkar. Di dapil ini Golkar berpotensi mendapat satu kursi.
Jumlah total suara partai berlambang pohon beringin sebesar 7.595. Hasil itu disumbang oleh Andik Purnawan sebesar 4.701 dan Rokhimah Riza sebanyak 1.861 suara. Sementara lima caleg lainnya hanya mendapat puluhan suara. Golkar berpeluang mendapat satu kursi dan 6 kursi yang diperebutkan.
Nasib tragis justru dialami PKS di dapil 6. PKS terancam ngaplo karena perolehan suaranya tidak signifikan. Padahal di pemilu-pemilu sebelumnya dapil 6 menjadi langganan PKS mendulang satu kursi.
Namun caleg petahana dari PKS tersebut untuk Pemilu 2024 ini pindah mancalonkan ke DPRD Provinsi Jatim. Sehingga kursi dapil 6 yang menjadi langganan PKS melayang untuk tahun 2024.
Perbandingan dengan 2019
Perolehan suara PDIP, Golkar dan PKS tidak jauh berbeda dengan hasil pada 2019. Dari enam dapil yang ada, PDIP mendapatkan 10 kursi. Rinciannya, di dapil Jombang 1, 4, dan 6, partai besutan Megawati ini mendapatkan dua kursi. Sedangkan dapil 2 dan 5, masing-masing hanya satu kursi.
Dengan demikian, posisi perolehan di dapil saja yang berubah. Jumlah perolehan yang diraih PDIP Jombang pada Pemilu 2019 sebesar 143.033 suara. Begitu juga dengan Partai Golkar yang pada 2019 mendapatkan lima kursi.
Lima kursi tersebut diraih dari dapil 2, 3 dan 5, yang masing-masing satu kursi. Sedangkan tambahan dua kursi berasal dari dapil 4. Pemilu 2019 di Jombang, Golkar hanya meraup 88.624 suara.
Kondisi serupa juga dialami oleh PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Pada pemilu 2019 PKS mendapat tiga kursi di DPRD Jombang. Masing-masing dari dapil 1, 4 dan 6. PKS mendulang 47.154 suara. Lagi-lagi, hanya dapilnya saja yang bergeser. Kursinya tetap sama.
Asad Choirudin, Divisi Teknis dan Penyelenggara KPU Jombang mengatakan bahwa masyarakat bisa memantau perkembangan perolehan suara pemilu legislatif (Pileg) di situs resmi yang disediakan KPU RI tersebut
Namun, dirinya menegaskan hal itu bukan rekapitulasi final. Hasil suara resmi yang akan ditetapkan oleh KPU adalah penghitungan suara manual yang dilakukan secara bertingkat dari kecamatan, Kabupaten/Kota hingga ke nasional.
Saat ini pengitungan suara dilakukan di tingkat kecamatan atau PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan). “Laman tersebut menampilkan penghitungan sementara. Karena hasil yang ada di angka tersebut berdasarkan pembacaan aplikasi sirekap (Sistem Informasi Rekapitulasi) melalui foto menjadi angka,” ujarnya. [suf]






