Surabaya (beritajatim.com) – Memiliki penghasilan besar tidak selalu menjamin kondisi keuangan yang sehat. Tanpa pengelolaan yang tepat, uang justru bisa habis tanpa memberikan manfaat jangka panjang. Karena itu, membangun kebiasaan finansial yang baik sejak usia muda menjadi langkah penting untuk mencapai kestabilan ekonomi.
Praktisi keuangan Adrian Maulana membagikan sejumlah prinsip dasar yang menurutnya layak diterapkan sejak usia 20-an. Menurut Adrian, tujuan utama dari pengelolaan keuangan bukan sekadar menabung atau berinvestasi, melainkan membangun fondasi finansial yang kuat agar siap menghadapi berbagai kondisi di masa depan.
Berikut tujuh aturan keuangan yang dapat menjadi panduan bagi siapa saja yang ingin memiliki kondisi finansial lebih sehat.
1. Terapkan Aturan 50:30:20
Prinsip pertama adalah membagi penghasilan ke dalam tiga kelompok pengeluaran. Sebanyak 50 persen dialokasikan untuk kebutuhan pokok, seperti makan, transportasi, dan tempat tinggal. Kemudian 30 persen digunakan untuk memenuhi keinginan atau gaya hidup, sedangkan 20 persen disisihkan untuk masa depan, baik berupa tabungan maupun investasi.
Adrian menekankan bahwa kebiasaan menyisihkan uang terlebih dahulu jauh lebih efektif dibanding menggunakan sisa penghasilan setelah berbelanja.
2. Hitung Dana Pensiun dengan Aturan 4 Persen
Perencanaan pensiun sebaiknya dimulai sedini mungkin. Adrian menjelaskan, seseorang dapat menggunakan aturan 4 persen untuk memperkirakan kemampuan dana pensiun dalam memenuhi kebutuhan hidup.
Sebagai ilustrasi, apabila dana pensiun yang dimiliki mencapai Rp1 miliar, maka sekitar empat persen atau Rp40 juta per tahun dapat digunakan sebagai biaya hidup. Nilai tersebut setara sekitar Rp3,3 juta setiap bulan.
Jika angka tersebut belum mencukupi kebutuhan, maka seseorang perlu menyiapkan sumber pendapatan tambahan, seperti bisnis atau passive income, sebelum memutuskan pensiun.
3. Miliki Dana Darurat Minimal 3 hingga 6 Bulan
Tidak ada yang dapat memastikan kondisi ekonomi akan selalu stabil. Risiko kehilangan pekerjaan atau berkurangnya pendapatan bisa terjadi kapan saja.
Karena itu, Adrian menyarankan setiap orang memiliki dana darurat yang mampu menutup kebutuhan hidup selama tiga hingga enam bulan. Dana ini menjadi bantalan keuangan agar tidak perlu berutang ketika menghadapi situasi tak terduga.
4. Batasi Cicilan Rumah Maksimal Sepertiga Penghasilan
Memiliki rumah memang menjadi impian banyak orang. Namun Adrian mengingatkan agar biaya kepemilikan rumah tidak menghabiskan sebagian besar pendapatan.
Idealnya, total pengeluaran untuk rumah tidak melebihi sepertiga penghasilan bulanan. Dengan begitu, masih tersedia ruang untuk menabung, membangun dana darurat, maupun berinvestasi tanpa mengorbankan kebutuhan sehari-hari.
5. Seimbangkan Belanja dengan Investasi
Adrian juga memperkenalkan kebiasaan sederhana yang dinilai efektif menjaga keseimbangan keuangan.
Setiap kali membeli barang konsumtif, usahakan menyisihkan dana dengan jumlah yang sama untuk investasi. Misalnya, ketika membeli gawai senilai Rp3 juta, alokasikan pula Rp3 juta ke instrumen investasi.
Cara ini membantu menjaga disiplin finansial sekaligus mencegah kebiasaan konsumtif yang berlebihan.
6. Gunakan Aturan 20-4-10 Sebelum Membeli Mobil
Bagi masyarakat yang ingin membeli kendaraan melalui kredit, Adrian menyarankan menggunakan aturan 20-4-10.
Aturan tersebut terdiri atas:
Uang muka minimal 20 persen dari harga kendaraan.
Masa kredit maksimal empat tahun.
Total biaya kepemilikan mobil, termasuk cicilan dan operasional, tidak lebih dari 10 persen penghasilan bulanan.
Dengan pendekatan tersebut, pembelian kendaraan tidak akan membebani kondisi keuangan keluarga.
7. Kenali Rule of 72 untuk Mengukur Potensi Investasi
Aturan terakhir adalah Rule of 72, yaitu rumus sederhana untuk memperkirakan berapa lama investasi dapat berkembang menjadi dua kali lipat.
Caranya cukup membagi angka 72 dengan tingkat imbal hasil tahunan. Sebagai contoh, jika investasi memberikan return rata-rata 12 persen per tahun, maka hasil pembagian 72 dengan 12 adalah enam. Artinya, nilai investasi berpotensi menjadi dua kali lipat dalam waktu sekitar enam tahun.
Meski demikian, Adrian mengingatkan bahwa perhitungan tersebut hanyalah estimasi dan bukan jaminan keuntungan.
Bangun Fondasi Keuangan Sebelum Berinvestasi
Di akhir pemaparannya, Adrian menegaskan bahwa investasi bukan langkah pertama dalam perjalanan menuju kebebasan finansial. Menurutnya, membangun fondasi keuangan jauh lebih penting dibanding mengejar keuntungan investasi.
Fondasi tersebut meliputi kemampuan mengatur arus kas, memiliki dana darurat, mengendalikan utang, serta disiplin menyisihkan penghasilan secara rutin. Setelah seluruh aspek tersebut terpenuhi, investasi dapat menjadi sarana untuk mempercepat pertumbuhan aset dan mencapai tujuan keuangan jangka panjang.
Dengan menerapkan prinsip-prinsip tersebut secara konsisten, setiap orang memiliki peluang lebih besar untuk menciptakan kondisi finansial yang stabil, mengurangi risiko krisis keuangan, sekaligus mempersiapkan masa depan yang lebih aman. [aje]






