Jombang (beritajatim.com) – Pemilu 2024 menjadi mimpi buruk bagi PAN (Partai Amanat Nasional) di Kabupaten Jombang. Betapa tidak, partai bergambar matahari ini berpotensi kehilangan tiga kursi miliknya di DPRD Jombang.
Nah, dengan melayangnya tiga kursi tersebut berarti PAN harus angkat koper dari gedung dewan. PAN tidak memiliki wakil sama sekali. Hal itu menyusul megap-megapnya mesin pendulang suara PAN di 6 dapil (daerah pemilihan) di Kabupaten Jombang.
Berdasarkan catatan beritajatim.com, pada Pemilu 2019, PAN menempatkan tiga wakilnya di DPRD Jombang. Masing-masing dari dapil Jombang 2, 3 dan 6. Jumlah total suara PAN sebesar 42.969. Dari dapil 2 adalah Dukha, kemudian dapil 3 Saichu, sedangkan dapil 6 adalah Isman.
Namun tiga petahana tersebut tidak bertarung lagi di Pemilu 2024. Dukha yang juga Ketua PAN Jombang maju sebagai caleg (calon legislatif) DPR RI dari dapil Jatim VIII (Kab/Kota Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Kab/Kota Madiun).
Hanya saja, Dukha tak bernasib mujur. Perolehan suara warga Kecamatan Sumobito Jombang ini lesu. Berdasarkan pantauan dari sirekap (Sistem Informasi Rekapitulasi) di laman resmi KPU, http://pemilu2024.kpu.go.id pada Rabu (21/2/2024) pukul 18.30 WIB, Dukha hanya mendulang 9.239 suara.
Data perolehan suara tersebut diperbarui pada 21 Februari 2024 dengan progres 11873 dari 13.663 TPS (Tempat Pemungutan Suara) atau suara yang masuk sudah 86,90 persen. Tentu saja, raihan suara tersebut jauh dari kata cukup untuk mendapatkan kursi di senayan.
Setali tiga uang dengan Dukha adalah Saichu. Mantan Ketua PAN Jombang ini maju sebagai caleg DPRD Provinsi dari Jatim 10. Dapil ini meliputi Kab/Kota Mojokerto dan Jombang. Namun lagi-lagi, caleg asal Mojoagung Jombang ini kedodoran untuk mendulang suara signifikan.
Saichu yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Jombang ini hanya mendapat 4.390 suara. Jauh api dari panggang. Sedangkan Isman, untuk Pemilu 2024 ini harus menepi dari hiruk pikuk politik. Dia tidak lagi majuh sebagai caleg.
Megap-megap Berebut Kursi
Meski memiliki caleg di setiap dapil yang ada di Jombang, namun perolehan suara PAN bergerak seperti siput. Di dapil 1 yang meliputi Jombang dan Kecamatan Peterongan misalnya. Data sirekap pada 21 Februari 2024, suara total PAN sebesar 1.926.
Penyumbang suara paling besar adalah caleg atas nama Mohamad Erik Arrosid. Dia memperoleh 951 suara. Sedangkan caleg lainnya suara yang diperoleh tidak signifikan. Sedangkan dapil 2 (Diwek, Jogoroto, Sumobito), PAN meraup 4.451 suara.
Caleg yang memilik andil besar menyumbang suara adalah Seleman Sudibyo yang mendulang 2.529. Tentu saja, jumlah tersebut masih jauh dari kata cukup untuk dikonversi menjadi satu kursi. Dapil ini masih didominasi oleh PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dan PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan).
Bagiaman dengan dapil 3 (Mojowarno, Bareng, Wonosalam, Mojoagung)? Lagi-lagi di dapil ini sinar PAN juga memudar. Partai Matahari ini hanya mengumpulkan 2.404 suara. Pendulang suara terbesar adalah Sri Kurniawati yang mendapat 435. Caleg lainnya di angka ratusan.
Satu kursi di dapil 3 juga masih menjadi mimpi bagi partai yang diketuai oleh Zulhas (Zulkifli Hasan). Harapan parpol nomor 12 untuk mendulang kursi hanya ada di dapil 4 yang meliputi Kecamatan Gudo, Ngoro, Perak dan Bandarkedungmulyo. Itu pun sangat berat karena harus bersaing dengan PKB.
Di dapil ini PAN mengoleksi 4.306 suara. Caleg yang mendapatkan suara paling banyak adalah Mohammad Saudi Abdilah. Caleg nomor urut 1 ini mendapatkan 3.531 suara. Sedangkan delapan caleg lainnya hanya mendapatkan suara di angka puluhan dan ratusan.
Raihan suara PAN yang lumayan tinggi juga di dapil 5 (Kabuh, Ploso, Ngusikan, Plandaan). Di dapil ini PAN mendapat 6.654 suara. Adalah caleg Mu’adi Heryawan yang mendapatkan 5.482 suara. Namun keperkasaan caleg nomor 1 ini tidak ditunjang caleh lainnya. Karena perolehan suara caleg PAN lainnya hanya puluhan.
Lantas, bagaimana dengan dapil 6 yang meliputi Kecamatan Megaluh, Tembelang dan Kesamben? Masih berdasarkan data sirekap, PAN mengumpulkan 5.376 suara. Caleg yang paling banyak mendulang suara adalah Minardi. Angkanya 3.679 suara. Sedangkan urutan kedua Supriyono sebesar 907 suara.
Kerja keras Minardi tidak diimbangi oleh empat caleg lainnya. Karena mereka hanya mendapatkan suara di angka puluhan. Di dapil ini PAN diprediksi hanya menjadi penonton. Tak ada kursi yang diraih. Dominasi PKB dan Partai Gerindra sangat kuat di dapil tersebut.
Asad Choirudin, Divisi Teknis dan Penyelenggara KPU Jombang mengatakan bahwa masyarakat bisa memantau perkembangan perolehan suara pemilu legislatif (Pileg) di situs resmi yang disediakan KPU RI tersebut
Namun, dirinya menegaskan hal itu bukan rekapitulasi final. Hasil suara resmi yang akan ditetapkan oleh KPU adalah penghitungan suara manual yang dilakukan secara bertingkat dari kecamatan, Kabupaten/Kota hingga ke nasional.
Saat ini pengitungan suara dilakukan di tingkat kecamatan atau PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan). “Laman tersebut menampilkan penghitungan sementara. Karena hasil yang ada di angka tersebut berdasarkan pembacaan aplikasi sirekap (Sistem Informasi Rekapitulasi) melalui foto menjadi angka,” ujarnya. [suf]






