Bondowoso (beritajatim.com) – Pj (Penjabat) Bupati Bondowoso Muhammad Hadi Wawan Guntoro mewacanakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memiliki jadwal piket bekerja di alun-alun RBA Ki Ronggo.
Hal ini disampaikan oleh Wawan di sela acara penganugerahan penghargaan Sinergitas Kinerja Kecamatan (SKK) di pendopo Bupati, Senin (2/9/2024). Para ASN di OPD diharapkan untuk berjaga bergiliran di alun-alun untuk menjaga kebersihan di tempat tersebut.
Namun wacana itu bukan paksaan, melainkan berdasarkan keikhlasan dan ketika ASN berada di luar jam dinas. “Saya bilang tadi sedekah ya. Jadi teman-teman di luar jam kantor, saya minta sedekah keikhlasannya untuk jaga, piket di alun-alun,” kata Wawan.
Karena ini tajuknya masih usulan, maka pos resminya pun belum terbentuk. “Di situ ada posnya. Sementara darurat. Pos piketnya di depan (kantor Radio) Mahardika itu,” ucapnya.
Wawan meminta para ASN di setiap OPD secara bergantian berjaga di alun-alun di jam-jam rawan.
“Ada jam-jam agak rawan, karena kita tahu alun-alun kan cukup gelap kalau malam hari,” kata pria yang juga Kepala Dispora Provinsi Jawa Timur ini.
Para ASN yang bertugas nanti bisa berkeliling alun-alun untuk melihat pepohonan yang dinilai kering dan cukup membahayakan pengunjung apabila dahannya jatuh. “Sehingga diberitahukan lah kepada DLH untuk dipotong. Terus misal kok ada (kabel) listrik yang tidak tertutup, maka disampaikan,” katanya.
Hal itu supaya alun-alun menjadi tempat yang ramah keluarga dan anak-anak yang berkunjung di sana. “Mana (wilayah alun-alun) yang gelap ya nanti kita cobalah. Karena anggarannya tak ada, siapa yang mau sumbang gitu kan ya? Biar terang. Sehingga masyarakat mau main di situ enak,” ulasnya.
Selain perihal penerangan, Pj Bupati Bondowoso juga menitikberatkan pada kebersihan alun-alun yang harus dijaga bersama.
“Yang paling berat adalah mengubah perilaku masyarakat untuk peduli kebersihan. Makanya ini tugasnya tim itu. Jadi woro-woro nanti supaya pengunjung selesai makan, sampahnya dibuang di tempat sampah,” bebernya.
Ia juga mengimbau agar seluruh pihak termasuk dari sisi pemerintahan dan badan usaha untuk bekerjasama menata alun-alun agar lebih indah dipandang mata. “Ayo menata alun-alun yang artistik, tidak asal naruh saja,” terang Wawan.
Pihaknya juga telah menyampaikan itu kepada badan usaha seperti Bank Jatim agar berkolaborasi menata alun-alun RBA Ki Ronggo Bondowoso. “Misal mau menyediakan tempat sampah, nanti tinggal hubungi DLH. Desain tempat sampahnya gimana supaya tematik dan sesuai dengan tema yang kita bangun,” urainya.
Ia berharap badan usaha menggelontorkan anggaran CSR nya ke Pemda dalam berbagai bentuk dengan wujud nyata yang dirasakan masyarakat. “Jadi wis (sudah). Tidak ada yang kemudian sumbangan masuk ke Pemda yang tidak jelas,” tegasnya. [awi/suf]






