Malang (beritajatim.com) – Kota Malang tidak hanya terkenal dengan bakso, rawon, atau cwie mie. Di balik udara sejuknya, kota ini juga menyimpan sederet warung rujak cingur legendaris yang telah bertahan puluhan tahun dan tetap menjadi tujuan wisata kuliner masyarakat maupun wisatawan.
Meski rujak cingur identik dengan Surabaya, versi Malang memiliki karakter tersendiri. Bumbu petisnya cenderung lebih pekat dengan perpaduan kacang tanah sangrai, pisang muda, terasi, serta gula merah yang menghasilkan rasa gurih, manis, dan sedikit pedas. Isinya pun lengkap, mulai dari cingur sapi, lontong, tahu, tempe, kangkung, tauge, hingga irisan buah segar.
Berikut 10 rekomendasi warung rujak cingur legendaris yang layak dikunjungi saat berada di Malang.
1. Depot Rujak Cingur Mentawai
Depot ini merupakan salah satu ikon kuliner Malang yang telah berdiri sejak akhir 1960-an. Hingga kini cita rasanya tetap dipertahankan dengan resep turun-temurun.
Keunggulannya terletak pada bumbu petis yang kental, aroma terasi yang kuat, serta potongan cingur yang empuk tanpa bau amis. Selain rujak cingur, pengunjung juga bisa menikmati es kolak yang menjadi menu pendamping favorit.
2. Rujak Cingur Penyet Sumba Pojok
Warung yang telah berdiri sejak 1977 ini menjadi salah satu destinasi kuliner legendaris di Kota Malang.
Meski hanya buka beberapa jam setiap hari, antrean pelanggan hampir selalu terlihat. Porsinya melimpah dengan cingur yang empuk, tahu, tempe, lontong, serta bumbu petis yang medok dan khas. Warung ini kini dikelola generasi kedua keluarga pendirinya.
3. Rujak Cingur Klenteng
Lokasinya berada di area basement Kelenteng Eng An Kiong sehingga cukup tersembunyi. Namun justru tempat inilah yang menjadi langganan banyak pecinta kuliner sejak sekitar tahun 1970-an.
Bumbu petisnya memiliki cita rasa kuat dengan perpaduan gurih dan sedikit manis. Meski sederhana, warung ini tetap ramai setiap hari.
4. Rujak Cingur Nusa Barong
Warung ini dikenal dengan bumbu berwarna cokelat tua yang dibuat dari campuran petis, kacang tanah sangrai, pisang muda, terasi, dan asam jawa.
Perpaduan rasa tersebut menghasilkan sensasi gurih yang khas dan menjadi favorit warga Malang selama bertahun-tahun.
5. Rujak Cingur Bu Kus
Berlokasi di kawasan Sawojajar, warung ini menjadi salah satu rujukan utama pencinta rujak cingur.
Cingurnya terkenal empuk, sayurannya selalu segar, sementara bumbu petisnya memiliki keseimbangan rasa manis, gurih, dan pedas. Tak heran jika warung ini mengumpulkan ratusan ulasan positif dari pelanggan.
6. Rujak Cingur Sulfat Mbak Win
Warung ini menjadi favorit masyarakat kawasan Blimbing. Harga yang ramah di kantong dipadukan dengan kualitas bahan yang baik membuatnya selalu ramai saat jam makan siang.
Bumbu petisnya tidak terlalu manis sehingga cocok bagi penikmat cita rasa gurih yang dominan.
7. Rujak Cingur Jawa Bu Umi
Bagi pencinta rujak cingur rumahan, warung Bu Umi layak dicoba.
Porsinya cukup besar dengan isian lengkap. Sayuran direbus dengan tingkat kematangan yang pas sehingga tetap renyah ketika dipadukan dengan bumbu petis.
8. Warung Rujak Cingur Gang 7
Warung sederhana di kawasan Sumbersari ini menjadi langganan mahasiswa maupun warga sekitar.
Harga yang terjangkau, pelayanan cepat, serta bumbu petis yang kental menjadi daya tarik utama tempat makan ini.
9. Warung Rujak Cingur Bu Erna
Warung ini menawarkan rujak cingur dengan cita rasa tradisional khas Jawa Timur.
Cingurnya diolah hingga empuk, sementara bumbu petis dibuat segar setiap hari sehingga aromanya lebih harum dan tidak terlalu menyengat.
10. Rujak Cingur Malang @RUJAKEN
Meski tergolong lebih baru dibanding warung legendaris lainnya, RUJAKEN berhasil menarik perhatian karena mempertahankan cita rasa klasik dengan penyajian yang bersih dan modern.
Pilihan tingkat kepedasan membuat tempat ini digemari berbagai kalangan, terutama generasi muda.
Mengapa Rujak Cingur Malang Berbeda?
Rujak cingur Malang memiliki karakter yang sedikit berbeda dibanding Surabaya. Bumbu petisnya cenderung lebih kaya kacang tanah sehingga teksturnya lebih kental dengan rasa manis yang sedikit dominan. Pisang muda yang dihaluskan bersama petis juga menjadi salah satu rahasia kelezatan yang masih dipertahankan sejumlah warung legendaris.
Selain itu, sebagian besar warung masih mengulek bumbu menggunakan cobek batu saat ada pesanan. Cara tradisional tersebut membuat aroma petis dan kacang lebih keluar sehingga cita rasanya tetap autentik.
Tips Menikmati Rujak Cingur di Malang
Datang sebelum jam makan siang karena beberapa warung hanya buka hingga sore atau tutup setelah dagangan habis.
Pilih tingkat kepedasan sesuai selera.
Nikmati bersama es kolak, es dawet, atau teh hangat agar pengalaman kuliner semakin lengkap.
Sebagian besar warung masih menggunakan resep keluarga yang diwariskan lintas generasi sehingga cita rasanya relatif konsisten selama puluhan tahun.
Bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi kuliner khas Malang, sepuluh warung tersebut menjadi pilihan tepat. Selain menawarkan rasa autentik, masing-masing memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari bumbu petis yang medok, cingur yang empuk, hingga resep turun-temurun yang telah bertahan puluhan tahun. Kombinasi sejarah, cita rasa, dan harga yang terjangkau menjadikan rujak cingur sebagai salah satu kuliner wajib saat berkunjung ke Kota Malang. [aje]






