Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto berpeluang memenangi pemilihan kepala daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, jika mendapat rekomendasi partai sehingga bisa mencalonkan diri. Muhammad Fawait, calon bupati dari Partai Gerindra, harus berhati-hati.
Hasil survei yang digelar lembaga Acurate Research and Consulting Indonesia (ARCI), 23 Juni – 5 Juli 2024, menunjukkan elektabilitas Hendy mencapai 36,6 persen, meninggalkan Fawait yang mendapat 32,3 persen dan Faida yang memperoleh dukungan 20,4 persen. Sementara itu elektabilitas kandidat perseorangan Muhammad Jaddin Wajad hanya 8,2 persen.
Simulasi calon berpasangan juga menunjukkan bahwa elektabilitas petahana Hendy-Firjaun masih memimpin dengan 42,8 persen. Sementara Muhammad Fawait-Djoko Susanto 39,5 persen, Jaddin Wajad-Arismaya Parahita 15,1 persen.
Hasil ini membuktikan bahwa dukungan sejumlah partai politik terhadap Fawait dan belum adanya partai yang mendukung Hendy tidak berpengaruh signifikan terhadap elektabilitas. Sebagaimana diberitakan, Fawait sudah mendapatkan lampu hijau dukungan dari PKB, Nasdem, PKS, Gerindra, PAN, dan baru-baru ini PPP.
Hasil survei ARCI juga menunjukkan bahwa 52,7 persen masyarakat memilih calon berdasarkan figur dan hanya 10.9 persen yang memilih calon karena faktor partai politik. “Dukungan partai tak berpengaruh terhadap elektoral calon,” kata Direktur ARCI Baihaqi Siradj, Sabtu (13/7/2024).
Menurut Baihaqi, Fawait pasti menang kalau menjadi calon tunggal atau berhadapan dengan Faida, mantan bupati Jember periode sebelumnya. “Namun kalau Hendy bisa masuk dalam pencalona, dia (Fawait) harus hati-hati,” katanya.
Tingginya dukungan terhadap Hendy, menurut Baihaqi, bisa dimaknai bahwa masyarakat Jember menginginkan adanya lebih dari satu calon bupati. “Dengan hasil ini, bisa saja masyarakat masih ingin ada kontestasi, tidak ingin calon tunggal,” kata Baihaqi.
Kini tinggal PDI Perjuangan dan Golkar yang belum mengumumkan kandidat bupati yang akan didukung dalam pilkada Jember. Sementara kandidat perseroangan Muhammad Jaddin Wajad masih harus mengikuti proses verifikasi ulang terhadap bukti dukungan dari masyarakat.
Jika PDI Perjuangan atau Golkar maupun kedua partai itu memilih mendukung Fawait, dan Jaddin tidak lolos verifikasi yang digelar Komisi Pemilihan Umum, maka pilkada Jember dipastikan hanya diikuti satu calon. [wir]






