Fraksi Partai Nasional Demokrat dan Fraksi Gerakan Indonesia Berkarya mengajukan hak interpelasi terhadap Bupati Hendy Siswanto di tengah padatnya jadwal kerja menjelang purna tugas DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, 2019-2024.
KUMPULAN BERITA DPRD Jember
Fraksi Gerakan Indonesia Berkarya (GIB) DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang terdiri atas gabungan Partai Gerindra, Perindo, dan Berkarya mengajukan hak interpelasi terhadap Bupati Hendy Siswanto, sebagaimana dilakukan Fraksi Partai Nasdem.
DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengagendakan pembahasan 23 rancangan peraturan daerah tahun ini. Namun jelang pelantikan anggota DPRD Jember periode 2024-2029, baru tiga raperda yang sudah ditetapkan dalam sidang paripurna.
Rambut model Aang ini sangat khas, karena berbentuk seperti anak panah, sementara di sisi tepi kiri dan kanan kepala bisa dibilang plontos. Dalam anime tersebut, anak panah tersebut bukan rambnt melainkan tato yang menandakan Aang adalah seorang ahli pengendali udara.
Penurunan angka kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045. Namun Fraksi PDIP Jember memandang itu belum cukup.
Ada empat sektor kunci pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember, Jawa Timur, dalam dua dekade mendatang yang harus diperhatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045.
Kendati sepakat untuk mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045, Kamis (4/7/2024) petang, empat fraksi DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, meminta agar bagian visi diperbaiki.
Perempuan bakala dominan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dalam dua dekade ke depan. Isu pemberdayaan perempuan menjadi sangat penting untuk menciptakan kesetaraan gender dalam pembangunan.
DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, menilai ada beberapa hal yang patut disayangkan dalam Rancangan Peraturan Daerah Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045.
DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, mempertanyakan tiadanya visi ‘berakhlak’ dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045. Visi dalam RPJPD Jember dinilai masih terlalu nornatif.









