Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur terus memperkuat strategi digital dalam pencegahan stunting.
KUMPULAN BERITA BKKBN Jatim
Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan akses pelayanan Keluarga Berencana (KB) bagi para pekerja industri, terutama metode kontrasepsi jangka panjang seperti implan dan IUD.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama pemerintah daerah mendorong integrasi Grand Design Pembangunan Kependudukan
Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur mencatat bahwa terdapat 3.778 Kepala Keluarga (KK) perempuan di Jawa Timur yang berusia di bawah 20 tahun.
BKKBN Jatim optimistis mampu mewujudkan prevalensi angka stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024 ini.
Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim memberikan pelatihan kepada kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) di Kabupaten Blitar membuat roti.
BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) Jatim mencatat ada ribuan janda muda di Bumi Majapahit.
BKKBN Jatim mentargetkan prevalensi stunting di angka 13 persen pada tahun 2024 ini. Salah satu caranya yakni dengan meneken kontrak bersama 38 OPD
Kepala Perwakilan BKKBN Jatim Maria Ernawati menyoroti sistem perjodohan di wilayah pesisir. Itu menjadi salah satu faktor tingginya angka pernikahan dini.
Surabaya (beritajatim.com) – Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim mengikuti monitoring dan evaluasi (monev) untuk kali pertamanya yang digelar oleh Komisi Informasi…








