Surabaya (beritajatim.com) – Dalam rangka memperingati Hari Buruh, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) menggelar bakti sosial (baksos) pelayanan kontrasepsi di 481 pabrik di seluruh Indonesia.
Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan akses pelayanan Keluarga Berencana (KB) bagi para pekerja industri, terutama metode kontrasepsi jangka panjang seperti implan dan IUD.
Menteri Dukbangga/BKKBN, Wihaji, menyampaikan bahwa kegiatan baksos ini akan diluncurkan secara resmi di Pasuruan, Jawa Timur, pada Rabu, 7 Mei 2025.
“Pemerintah hadir langsung ke lapangan untuk melayani masyarakat, dalam hal ini pekerja pabrik, melalui program pelayanan kontrasepsi. Kami targetkan pemasangan kontrasepsi dapat menjangkau 40 hingga 50 ribu akseptor,” ujar Wihaji dalam kunjungan kerjanya di Perwakilan BKKBN Jatim, Selasa (6/5/2025).
Menurut Wihaji, inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya pengendalian angka kelahiran yang lebih merata, terutama di kalangan usia produktif. Tenaga pelayanan kesehatan akan turun langsung ke pabrik-pabrik untuk memberikan layanan KB kepada para pekerja.
Selain itu, dalam setiap kunjungannya, Wihaji menekankan pentingnya peran Generasi Berencana (Genre), yang mencakup remaja usia 10 hingga 24 tahun. Ia menegaskan tiga nilai utama yang harus dipegang generasi muda, yakni anti pernikahan dini, menjauhi seks bebas, dan bebas dari narkoba.
“Mereka ini adalah penerus bangsa. Harapan saya, anak-anak Genre menjadi contoh baik bagi generasi sebayanya,” tambahnya.
Sedangkan Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Maria Ernawati, menambahkan bahwa Kemendukbangga berkomitmen untuk memberikan pelayanan kontrasepsi di pabrik seluruh Indonesia sebagai upaya meningkatkan akses pelayanan KB bagi para pekerja industri.
“Beliau ini melaksanakan kunjungan kerja untuk program KB di perusahaan. Nanti akan dilaunching di Pasuruan,” tandasnya. [ipl/ian]






