Lumajang (beritajatim.com) – Pesta minuman keras di Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Lumajang pada Rabu (11/12/2024) berujung maut. Terjadi perkelahian dua pemuda mabuk usai pesta tersebut, menyebabkan satu orang meninggal dunia.
Korban bernama Andre Fredy (28), meninggal akibat luka senjata tajam setelah terlibat cekcok dengan Sholeh Sundava (27). Sebelum berkelahi, keduanya yang dalam kondisi mabuk terlibat cekcok.
“Korban dan pelaku sama-sama mabuk dan terlibat cekcok hingga akhirnya berkelahi menggunakan celurit,” ungkap Kapolsek Pasirian, Iptu Loni Roi, Kamis (12/12).
Perkelahian yang terjadi di kediaman Hasan (31) ini sempat coba dilerai oleh warga sekitar, namun pertikaian sudah terlanjur memanas. Akibatnya, baik Andre maupun Sholeh mengalami luka serius dan dilarikan ke rumah sakit.
Sayangnya, nyawa Andre tidak tertolong. Ia meninggal dunia karena kehilangan banyak darah. Sementara itu, Sholeh masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
“Salah satu korban terlibat carok, meninggal dunia. Sementara lainnya masih dalam perawatan medis. Saat ini banyak petugas berjaga di TKP untuk berjaga-jaga dan antisipasi,” pungkas Iptu Loni Roi
Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk menghindari konsumsi minuman keras berlebihan yang dapat memicu tindakan kekerasan. Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini. [dav/beq]






