Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Ponorogo Naik Level 4, PTM Baru Seminggu Berhenti Lagi

Pembelajaran tatap muka di beberapa sekolah di Ponorogo beberapa waktu yang lalu. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Sebagian besar sekolah di Ponorogo, baik yang tingkat SMA muapun SMP sudah melakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Meski sudah menggelar PTM, namun pesertanya terbatas hanya 50 persen saja, dari jumlah keseluruhan siswa.

Ironisnya, PTM yang baru berjalan dalam hitungan jari itu, nampaknya harus diberhentikan lagi. Hal itu dikarenakan Kabupaten Ponorogo kembali ke level 4 PPKM yang diperpanjang dari tanggal 24 hingga 30 Agustus 2021.

“Kalau Ponorogo melaksanakan PPKM level 4, aturannya pembelajaran untuk anak sekolah melalui dalam jaringan (daring) lagi,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo Agus Pramono, Rabu (25/8/2021).

Agus Pram panggilan akrab Agus Pramono mengungkapkan bahwa pihaknya tidak berani melanggar aturan baku dari Pemerintah Pusat untuk Kabupaten dengan level 4 PPKM. Bahwasanya, sesuai Diktum 4 huruf (a) point 1 Inmendagri nomor 35 tahun 2021,ketentuannya pembelajaran pada satuan pendidikan dilakukan secara jarak jauh. “Kalau kita memberlakukan level 4, tentunya secara teknis akan memberlakukan aturannya. Ya arahnya seperti itu (sekolah daring),” katanya.

Untuk diketahui, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Ponorogo kembali diperpanjang lagi. Hal tersebut berdasarkan Intruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 35 tahun 2021 tentang PPKM level 4,3,2 Covid-19 di Jawa-Bali tertanggal 23 Agustus 2021.

Kabupaten Ponorogo yang minggu lalu turun ke level 3, dalam Inmendagri yang aktif sampai tanggal 30 Agustus itu, kembali naik menjadi level 4. Dengan naik level ini, praktis akan dilakukan pengetatan kegiatan yang sebelumnya dilonggarkan saat di level 3. “Saya rasa kita akan menyesuaikan ketentuan yang ada. Kalau diberlakukan PPKM level 4, tentu teknisnya akan menyesuaikan,” kata Sekda Agus Pramono.

Agus mengungkapkan ada beberapa faktor yang mempengaruhi kembalinya Ponorogo ke level 4. Angka kematian (fatality rate) pasien Covid-19 di bumi reyog yang cukup tinggi. “Ya saya rasa kembalinya Ponorogo ke level 4 karena jumlah pasien positif yang meninggal masih tinggi,” katanya.

Selain tingkat kematian pasien Covid-19 yang tinggi, Agus menyebut jumlah tracing dan testing harian di bumi reyog juga masih rendah atau belum memenuhi target yang dibebankan oleh pemerintah. Terlebih lagi mobilitas masyarakat di waktu malam hari juga masih cukup tinggi. “Ini yang lagi kita bahas dalam rapat evaluasi PPKM bersama Forkopimda di Makodim 0802 Ponorogo hari ini,” katanya.(end/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar