Pamekasan (beritajatim.com) – Universitas Islam Negeri (UIN) Madura kembali mencatatkan prestasi penting dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam, kampus yang mengusung tagline Astahelix Taneyan Lanjhang tersebut secara resmi memperoleh izin penyelenggaraan tiga program studi baru jenjang pascasarjana berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) yang diterbitkan pada 18 Mei 2026.
Tiga program studi yang mendapatkan izin penyelenggaraan tersebut meliputi Program Doktor Pendidikan Agama Islam (S3-PAI) berdasarkan KMA Nomor 719 Tahun 2026, Program Magister Pendidikan Bahasa Arab (S2-PBA) berdasarkan KMA Nomor 718 Tahun 2026, serta Program Magister Tadris Bahasa Inggris (S2-TBI) berdasarkan KMA Nomor 701 Tahun 2026.
Rektor UIN Madura, Saiful Hadi menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terbitnya izin tersebut. Menurutnya, pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak yang selama ini mendukung pengembangan institusi.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Menteri Agama RI, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Direktur Pendidikan Tinggi Islam, serta seluruh jajaran Kementerian Agama RI atas terbitnya KMA izin penyelenggaraan Program Doktor PAI, Program Magister PBA, dan Program Magister TBI pada Pascasarjana UIN Madura,” kata Saiful Hadi, Kamis (25/6/2026).
Selain itu, pihaknya juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh sivitas akademika UIN Madura yang telah berkontribusi dalam proses pengajuan hingga terbitnya izin tersebut. “Terima kasih juga kepada seluruh sivitas akademika UIN Madura atas kerja keras dan kolaborasi yang telah mengantarkan capaian bersejarah ini,” ungkapnya.
“Semoga terbitnya izin penyelenggaraan prodi baru ini dapat menjadi langkah maju, khususnya bagi pengembangan mutu pendidikan dan layanan akademik di lingkungan UIN Madura,” sambung Saiful Hadi.
Dengan bertambahnya tiga program studi baru tersebut, UIN Madura diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Tidak kalah penting, hal ini juga bisa memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di wilayah Madura dan sekitarnya,” pungkasnya.
Dengan tambahan tiga prodi baru tersebut, saat ini terdapat sebanyak 10 prodi di lingkungan Pascasarjana UIN Madura. Sebelumnya terdapat 7 (tujuh) prodi berbeda, meliputi sebanyak 5 (lima) prodi untuk program magister (S2), serta 2 prodi lainnya pada program doktoral (S3), yakni Prodi Studi Islam dan Ilmu Syariah.
Sementara untuk program sarjana alias S1 terdapat sebanyak 29 prodi pada 5 (lima) fakultas berbeda di Perguruan Tinggi yang beralamat di Jl Raya Panglegur KM 4 Tlanakan, Pamekasan. Meliputi 12 prodi pada fakultas Tarbiyah, 3 prodi pada fakultas Syariah, 4 prodi pada fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta 3 prodi pada fakultas Ushuluddin dan Dakwah. [pin/but]






