Bojonegoro (beritajatim.com) — Seorang pria bernama Djuwadi (42), warga Dusun Dukoh Lor RT 013 RW 007, Desa Dukoh Lor, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Bengawan Solo wilayah Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari, Rabu (11/3/2026).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro, Ristony Eka Putra, menjelaskan peristiwa tersebut bermula saat korban berangkat mencari ikan di Bengawan Solo sekitar pukul 07.00 WIB.
Menurut keterangan dua saksi mata, Widodo dan Arifin yang merupakan penambang perahu di lokasi tersebut, korban diketahui mencari ikan menggunakan perahu kayu dengan metode setrum listrik.
“Sekitar pukul 07.00 WIB saksi melihat korban berangkat mencari ikan di sungai. Namun sekitar pukul 08.00 WIB korban sudah tidak terlihat lagi,” ujar Ristony.
Saksi kemudian hanya menemukan perahu kayu milik korban di aliran Sungai Bengawan Solo wilayah Desa Purwosari. Peralatan setrum listrik milik korban juga ditemukan masih menyala, sementara korban tidak berada di lokasi.
Informasi kejadian tersebut diterima BPBD Bojonegoro pada pukul 14.17 WIB. Setelah menerima laporan, tim SAR BPBD langsung diberangkatkan menuju lokasi sekitar pukul 15.00 WIB dan tiba di lokasi pada pukul 15.30 WIB.
Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan langsung melakukan asesmen serta apel persiapan operasi pencarian. Proses pencarian dilakukan dengan menyisir area sekitar lokasi kejadian menggunakan dua perahu karet.
“Pencarian dilakukan dengan metode manuver di sekitar lokasi kejadian oleh tim SAR gabungan,” kata Ristony.
Korban diketahui memiliki ciri-ciri wajah oval, berkulit sawo matang, mengenakan kaos panjang berwarna biru dan celana pendek warna navy saat terakhir terlihat.
Hingga saat ini korban masih belum ditemukan dan proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Bojonegoro, Basarnas, Polsek Purwosari, Satpol PP Malo, serta pemerintah desa setempat.
Tim SAR juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar Bengawan Solo agar tetap berhati-hati, terutama saat melakukan aktivitas penangkapan ikan di sungai. [lus/aje]






