Blitar (beritajatim.com) – Blitar Ethnic Nasional (BEN) Carnival ke 3 telah usai digelar pada Sabtu (13/07/2024) lalu. Pada gelaran tahun ke 3 ini, Pemerintah Kota Blitar menghadirkan tampilan kebudayaan dari 4 benua mulai dari asia, eropa, amerika hingga afrika.
Salah satu kebudayaan eropa yang ditampilkan dalam acara BEN Carnival ke 3 ini adalah adu banteng Matador dari negara Spanyol. Namun lucunya tampilan tersebut justru mirip kesenian bantengan khas Jawa Timuran.
Hal itu terjadi lantaran peserta pertunjukan adu banteng Matador itu hanya menggunakan replika dan bukan hewan banteng asli. Sehingga wujud dari hewan banteng tersebut justru sangat mirip dengan kesenian bantengan khas Jawa Timur. Kejadian itu pun tentu mengundang gelak tawa dari penonton yang hadir.
“Mberot dulu, ada bantengan cah,” ucap Ima warga Kota Blitar.
Begitu juga di media sosial, banyak warganet yang meluapkan reaksi lucunya saat melihat kesenian spanyol itu.
“The Real bantengan,” tulis alifgalihpratama.
“The real cinderela : cinta dea rela mberot,” tulis bayu_hardja.s
“Kog eneng banteng merah,” tulis Arie.sic
Selain lucu sebenarnya ini menjadi kritikan kepada Pemerintah Kota Blitar. Bagaimana event yang digembar-gemborkan berlabel nasional bahkan go internasional namun penampilannya masih jauh dari kata nyata.
Padahal jelas sang Wali Kota Blitar, Santoso sebelum acara dimulai menyebutkan akan ada penampilan kesenian kebudayaan dari 4 benua. Bahkan saat itu Santoso menyebut akan ada perwakilan dari negara eropa yang bakal meramaikan BEN Carnival ke 3 ini.
“Ada dari Dari Kamboja, dari Vietnam, delegasi dari luar negeri turut menyemarakkan, mudah-mudahan setiap tahun nanti kita juga hadirkan peserta luar negeri. Total 49 peserta, luar negeri kita ambil perwakilan 4 benua, seperti Africa, Asia, Eropa,” kata Wali Kota Blitar, Santoso.
Dengan gembar-gembor seperti itu tentu ekspektasi masyarakat jadi cukup tinggi. Namun ternyata penampilan di lapangan berbeda dengan apa yang diungkapkan. [owi/aje]






