Ringkasan Berita:
- KH Zainul Ibad Wijaya As’ad atau Gus Ulib menegaskan dukungan terhadap KH Muhammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan dalam bursa Ketum PBNU berasal dari aspirasi warga NU, bukan permintaan pribadi.
- Gus Irfan disebut tidak pernah mencalonkan diri maupun meminta dukungan untuk maju sebagai calon Ketum PBNU, sementara dukungan datang dari para Nahdliyin di berbagai tingkatan.
- Bursa calon Ketum PBNU menjelang Muktamar ke-35 NU di Jombang semakin ramai dengan sejumlah tokoh yang mendapat perhatian dari warga Nahdliyin.
Jombang (beritajatim.com) – Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) Peterongan, Jombang, KH Zainul Ibad Wijaya As’ad atau Gus Ulib, memberikan penjelasan terkait dinamika pencalonan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU).
Gus Ulib meluruskan sejumlah narasi yang berkembang mengenai munculnya nama Menteri Haji dan Umrah RI KH Muhammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan dalam bursa calon Ketum PBNU. Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap Gus Irfan merupakan aspirasi yang muncul dari arus bawah warga NU, bukan berasal dari ambisi pribadi yang bersangkutan.
Menurut Gus Ulib, Gus Irfan tidak pernah meminta untuk maju, mencalonkan diri, maupun meminta dukungan agar dipilih sebagai Ketum PBNU. Dukungan yang berkembang saat ini sepenuhnya berasal dari inisiatif para Nahdliyin di berbagai tingkatan yang berharap Gus Irfan bersedia mengambil peran dalam memimpin organisasi terbesar di kalangan umat Islam Indonesia tersebut.
“Yang ada sekarang itu semuanya adalah inisiatif dan kemauan dari para Nahdliyin yang berharap agar beliau bersedia untuk menjadi Ketum PBNU. Jadi ini semua murni permohonan dari para Nahdliyin, bukan permintaan beliau,” ungkap Gus Ulib, Selasa (21/7/2026).
Gus Ulib menilai dukungan yang diberikan para Nahdliyin kepada Gus Irfan merupakan bentuk kecintaan dan kepercayaan warga NU terhadap sosok yang dianggap memiliki kapasitas serta integritas untuk membawa PBNU ke arah yang lebih baik.
Menurutnya, para kiai, santri, dan warga NU di tingkat akar rumput memiliki harapan besar terhadap figur yang dinilai mampu melanjutkan perjuangan serta memperkuat peran PBNU di masa mendatang.
Dengan adanya penjelasan tersebut, Gus Ulib berharap masyarakat dan seluruh warga Nahdliyin dapat memahami bahwa munculnya nama Gus Irfan dalam bursa Ketum PBNU bukan merupakan hasil manuver politik maupun upaya mencari jabatan. Dukungan tersebut, kata dia, merupakan bentuk permohonan dan harapan dari warga NU.
Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung di PPBU (Pondok Pesantren Bahrul Ulum) Tambakberas Jombang pada 27 hingga 31 Agustus 2026. Sejumlah nama telah muncul dalam bursa calon Ketum PBNU.
Di antaranya KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), KH Abdul Hakim Mahfud (Gus Kikin), Menteri Agama KH Nazaruddin Umar, KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), serta KH Muhammad Irfan Yusuf (Gus Irfan). [suf]






