Sumenep (beritajatim.com) – Demi menjaga marwah organisasi, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumenep melaunching Akademi Jurnalistik pada Kamis (15/01/2026).
“Ini merupakan bagian dari komitmen PWI Sumenep untuk menjaga marwah organisasi, juga marwah wartawan,” kata Ketua PWI Sumenep, Faisal Warid.
Selain itu, lanjut reporter RRI ini, Akademi Jurnalistik PWI Sumenep juga untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin mengetahui bagaimana kerja-kerja jurnalistik dan dunia pers.
“Kami memberikan ruang untuk mengedukasi dan meningkatkan kapasitas jurnalis. Selain itu, Akademi Jurnalistik ini juga merupakan wadah konsultasi atau pendampingan, apabila ada pihak-pihak yang punya keluhan terhadap kerja-kerja jurnalis,” paparnya.

Ia berharap ada dukungan dari semua pihak, agar kehadiran Akademi Jurnalistik PWI mampu dirasakan manfaatnya bagi masyarakat umum maupun badan publik.
“Kami ingin PWI ini bukan sekedar organisasi wartawan, tapi mampu menjadi rumah besar bagi semua elemen untuk meningkatkan pemahaman tentang pers,” ujarnya.
Sementara Kepala Diskominfo Sumenep, Indra Wahyudi mengaku mengapresiasi terbentuknya Akademi Jurnalistik PWI tersebut. Menurutnya, saat ini masyarakat membutuhkan keterbukaan informasi.
“Masyarakat memang membutuhkan pencerahan. Butuh ilmu baru tentang pemberitaan. Bagaimana menulis berita. Bagaimana mengcounter berita negatif dengan berita positif yang menarik,” ucapnya.
Launching Akademi Jurnalistik PWI Sumenep tersebut digelar di aula Diskominfo setempat, dihadiri perwakilan lembaga pers mahasiswa, OPD, serta beberapa stake holder lainnya. (tem/but)






