Malang (beritajatim.com)- Sebagai apresiasi dan dukungan bagi para mitra petani tebu yang telah berkontribusi dalam peningkatan produksi gula, Holding BUMN Pangan ID Food memberikan penghargaan mitra petani tebu terbaik dalam gelaran “Apresiasi Mitra Petani Tebu 2024”.
Kegiatan apresiasi yang dilaksanakan, Kamis, (19/12/2024), di PG Krebet Baru, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang tersebut, diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat dan para petani untuk menanam tebu. Serta bergabung pada program kemitraan petani tebu ID Food Group.
Direktur Utama ID Food Sis Apik Wijayanto mengatakan, kegiatan ini melibatkan para mitra petani tebu yang telah bekerja sama sebagai pemasok bahan baku tebu dengan 3 pabrik gula (PG) ID FOOD Group, yaitu PT PG Rajawali I, PT PG Rajawali II, dan PT PG Candi Baru. Melalui budidaya dan kemitraan yang dibangun 3 PG tersebut, ID Food Group berhasil menghimpun 4 juta ton tebu digiling pada tahun 2024, atau mengalami lonjakan 12,5% dari tahun 2023 yang berada di angka 3,5 juta ton tebu digiling.
“Peningkatan jumlah tebu digiling tersebut berdampak langsung bagi tumbuhnya produksi gula ID FOOD di tahun 2024. Pada tahun ini, ID Food berhasil memproduksi 306 ribu ton gula atau 17 persen lebih tinggi dibandingkan produksi gula 2023 yang berada di angka 262 ribu ton. Pertumbuhan ini juga dua kali lebih tinggi dari presentase kenaikan produksi tebu nasional di 2024 yang berada di 8,4 persen. Capaian tersebut merupakan yang tertinggi semenjak pabrik gula ID Food berdiri,” ujar Sis Apik, Kamis (19/12/2024) saat menghadiri pemberian apresiasi.
Sis Apik menyebutkan, guna mengapresiasi capaian tersebut, maka pada tahun ini ID FOOD menggelar kegiatan pemberian penghargaan bagi mitra peta tebu terbaik.
“Kegiatan ini sebagai bentuk penghargaan bagi mitra petani tebu yang telah percaya menyerahkan hasil panennya untuk diolah di PG ID Food Group. Kegiatan ini juga bentuk terima kasih kepada para petani tebu sebagai pahlawan swasembada gula nasional. Tanpa petani yang melakukan budidaya, pabrik-pabrik gula tidak bisa menggiling tebu dan produksi gula pun akan menurun,” ungkapnya.
Pada Apresiasi Mitra Petani Tebu 2024 diberikan penghargaan bagi 40 petani dan pelaku industri gula yang terbagi ke dalam 7 kategori, yaitu Petani dengan Produktivitas Tertinggi, Petani dengan Growth Lahan Tertinggi, Petani dengan Supply Bahan Baku Tebu Tertinggi, Petani Termuda, Petani Paling Loyal, Koperasi, dan Asosiasi yang mendukung ekosistem petani tebu.
Lebih lanjut, ia mengatakan, kegiatan ini akan dilakukan secara rutin sebagai agenda tahunan. Diharapkan apresiasi ini mampu meningkatkan animo masyarakat menanam komoditas tebu dan mendorong generasi muda untuk menjadi petani tebu.
“Apabila semakin banyak masyarakat dan generasi muda menanam tebu, maka target swasembada gula sebagaimana yang diamanatkan pemerintah dapat segera terwujud,” tegas Sis Apik.
Adapun pada tahun 2025, ID FOOD menargetkan peningkatan produksi gula sebanyak 350 ribu ton, jumlah tersebut dipatok lebih tinggi dibanding produksi gula tahun 2024 sebanyak 320 Ribu ton. Selain itu, perusahaan BUMN yang saat ini memiliki 6 pabrik gula tersebut menargetkan capaian tebu digiling sebanyak 4,1 juta ton di tahun 2025, atau naik 4% dari tahun lalu.
Peningkatan produksi dan tebu digiling tersebut sejalan dengan target pertumbuhan luasan lahan tebu ID FOOD di tahun 2025 yang mencapai 65 ribu Ha lebih tinggi dari tahun 2024 yang berada di angka 61 ribu Ha. Peningkatan target kinerja Industri gula ini, juga sejalan dengan arahan Kementerian BUMN agar BUMN Pangan menjalankan initiative strategy dan program terobosan untuk mewujudkan swasembada pangan.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang turut hadir pada penyerahan Apresiasi Mitra Petani Tebu 2024 menjelaskan, kegiatan tersebut dapat meningkatkan minat dan motivasi petani khususnya petani milenial yang menjadi tumpuan bagi regenerasi dan keberlanjutan industri gula nasional.
Menurutnya, industri gula saat ini membutuhkan peremajaan dengan masuknya petani-petani muda. Karena petani muda dapat memberikan sentuhan baru seperti penerapan teknologi dalam pola budidaya.
“Saya apresiasi kepada ID FOOD Bisa merekrut anak-anak muda yang tertarik bergerak di bidang pertanian seperti tebu. Karena kalau tidak ada peremajaan nanti petaninya tua-tua semua padahal kebutuhan konsumsi gula kita tumbuh terus,” tuturnya.
Sementara itu, Mukhhammad Khairul Nizam (22), penerima penghargaan Petani Muda/Milenial terbaik dari PG Redjo Agung Baru Madiun, menambahkan, apresiasi ini dapat menambah motivasi khususnya generasi muda untuk semakin serius terjun di dunia pertanian dan budidaya tebu.
“Generasi muda, khususnya milenial, memiliki potensi luar biasa dalam memajukan sektor pertanian. Kami percaya bahwa dengan menggabungkan teknologi dan inovasi dalam bertani, kita bisa meningkatkan produktivitas serta keberlanjutan industri pertanian, termasuk tebu di Indonesia,” jelasnya.
Menurutnya, kemitraan yang ia jalankan bersama PG ID FOOD Group berjalan baik karena berlandaskan transparansi sehingga memberikan rasa aman.
“Saya berharap usaha kemitraan petani tebu bersama ID FOOD Group akan terus berkembang dengan memanfaatkan pengetahuan baru, serta berbagi pengalaman dan inspirasi kepada sesama petani milenial agar bisa berkontribusi pada kemajuan Industri gula,” pungkasnya. [yog/aje]






