Jember (beritajatim.com) – Potensi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Jawa Timur sangat besar. Potensi ini yang membuat ratusan ribu pelaku UMKM di Jatim bisa mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Kementerian Usaha Mikro Kecil Menengah mencatat, penyaluran Kredit Usaha Rakyat untuk 470 ribu UMKM di Jatim sudah mencapai Rp27 triliun. “Saya kira kita patut apresiasi itu,” kata Riza Damanik, Pelaksana Harian Deputi Bidang Usaha Mikro pada Kementerian UMKM, saat membuka Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro, di New Sari Utama Ballroom, Jember, Selasa (21/7/2026).
Besarnya nominal yang mengucur ke Jatim menempatkan provinsi ini sebagai salah satu provinsi dengan penyaluran KUR terbesar di Indonesia. Sementara itu hingga Juli 2026, penyaluran Kredit Usaha Rakyat di seluruh Indonesia sudah mencapai Rp160 triliun dari total plafon Rp290 triliun.
“Jadi saya kira kalau lihat dari plafon yang ada dan penyaluran sampai Juli ini, insyaallah kita sudah pada jalan yang tepat untuk mencapai target total Rp290 triliun di Desember nanti,” kata Damanik.
Damanik mengatakan, salah satu program utama pemerintah adalah memberikan keringanan dan kemudahan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk mendapatkan akses pembiayaan dan akses pasar. “Nah, keduanya ini saling berkaitan satu dengan yang lain,” katanya.
Menurut Damanik, memberikan akses pembiayaan tanpa akses pasar akan memunculkan masalah kepada UMKM di kemudian hari. “Dapat pembiayaan tapi enggak punya pasarnya, berarti enggak bisa jualan. Kalau enggak jualan berarti enggak bisa bayar pinjaman,” katanya.
Sebaliknya, sekalipun UMKM memiliki akses pasar yang luas namun tidak dibarengi akses pembiayaan yang mudah, maka banyak permintaan yang tidak bisa dipenuhi karena keterbatasan modal. “Ini juga enggak diinginkan,” kata Damanik.
Di sinilah kemudian Presiden Prabowo Subianto memerintahkan kepada jajaran pemerintah untuk mengambil inisiatif skema yang terpadu. “Tidak lagi melakukan pemberdayaan UMKM yang terkotak-kotak sektoral,, tapi melakukan pemberdayaan UMKM dengan pendekatan ekosistem,” kata Damanik.
Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro yang diadakan di sepuluih provinsi, dan satu di antaranya diadakan di Jember, merupakan upaya pendekatan ekosistem. “Ini adalah bagian dari apresiasi yang diberikan kepada usaha-usaha mikro dengan harapan usahanya bisa semakin tumbuh kembang dan semakin produktif,” kata Damanik. [wir/ian]






