Gresik (beritajatim.com) – Kinerja sektor logistik di Jawa Timur menunjukkan tren positif. PT Pelindo Multi Terminal Branch Gresik mencatat pertumbuhan arus bongkar muat sebesar 18,7 persen sepanjang semester pertama 2026 menjadi 2,29 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan tersebut menjadi sinyal menguatnya aktivitas industri sekaligus meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap layanan Pelabuhan Gresik sebagai salah satu simpul distribusi logistik di Jawa Timur.
Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Gresik Sutopo mengatakan, selama enam bulan pertama tahun ini pihaknya melayani sekitar 600 permohonan pelayanan bongkar muat dari berbagai pengguna jasa.
“Volume kapal yang masuk memang meningkat sehingga pada waktu tertentu terjadi antrean pelayanan. Namun, seluruh proses operasional tetap berjalan optimal melalui pengaturan jadwal sandar, koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta optimalisasi fasilitas dan sumber daya yang tersedia,” ujarnya, Selasa (21/7/2026).
Tidak hanya dari sisi volume barang, pertumbuhan juga terlihat pada jumlah pelanggan. Hingga akhir Semester pertama 2026, Pelabuhan Gresik memiliki 32 pelanggan aktif, termasuk tiga pelanggan baru yang bergabung sepanjang tahun berjalan.
Sutopo menilai penambahan pelanggan tersebut menjadi indikator bahwa daya saing layanan kepelabuhanan terus meningkat. Hasil survei kepuasan pelanggan juga menunjukkan tingkat kepuasan yang baik terhadap kualitas pelayanan bongkar muat.
“Capaian ini merupakan hasil sinergi seluruh insan Pelindo Multi Terminal bersama pelanggan, mitra kerja, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan,” ungkapnya.
Dari sisi komoditas, hampir seluruh segmen mengalami pertumbuhan. Arus curah cair meningkat 12 persen menjadi 434 ribu ton dari sebelumnya 387 ribu ton. Komoditas yang ditangani antara lain aspal, propylene, crude palm oil (CPO), dan condensate.
Pertumbuhan paling tinggi terjadi pada komoditas curah kering yang naik dari 403 ribu ton menjadi 599 ribu ton. Kenaikan tersebut ditopang oleh meningkatnya distribusi bungkil, batu split, dan pasir.
Sementara itu, volume general cargo turut meningkat dari 1,14 juta ton menjadi 1,26 juta ton. Komoditas yang dilayani meliputi kayu log, pupuk, semen, besi, hingga tiang pancang yang menjadi penopang kebutuhan industri dan pembangunan infrastruktur.
Kinerja operasional pelabuhan juga tetap terjaga di tengah meningkatnya aktivitas. Sepanjang Semester pertama 2026, Pelabuhan Gresik membukukan Berthing Time (BT) sebesar 75,64 jam, Berth Occupancy Ratio (BOR) mencapai 85,50 persen, serta utilisasi lapangan sebesar 48,53 persen. Tingginya tingkat penggunaan dermaga mencerminkan meningkatnya permintaan layanan kepelabuhanan.
Memasuki Semester kedua 2026, Pelindo Multi Terminal Branch Gresik menargetkan peningkatan kapasitas pelayanan untuk mengantisipasi pertumbuhan arus logistik yang terus berlanjut.
Fokus perusahaan diarahkan pada peningkatan produktivitas operasional, optimalisasi waktu pelayanan kapal, penguatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, penerapan standar HSSE secara konsisten, serta pemanfaatan teknologi untuk mempercepat layanan.
“Kami optimistis Pelabuhan Gresik akan terus memperkuat perannya dalam mendukung kelancaran rantai pasok nasional sekaligus mendorong pertumbuhan industri dan perekonomian Jawa Timur,” pungkas Sutopo. [dny/but]






