Blitar (beritajatim.com) – PDAM Penataran Kabupaten Blitar berencana memperluas pemasaran air minum Blit ke berbagai sektor, salah satu yang sedang diincar adalah Pabrik Gula Rejoso Manis Indo (RMI). Perusahaan air minum daerah Kabupaten Blitar pun telah berkoordinasi agar air minum kemasan merek Blit bisa memenuhi kebutuhan pabrik RMI yang ada di Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar.
“Bahkan kami kemarin sudah berkoordinasi dengan RMI mereka membutuhkan 1200 galon air minum per bulan,” ungkap Rodiah Astuti, Direktur PDAM Penataran Blitar, Selasa (6/8/2024).
Jika bisa masuk ke RMI, maka PDAM Penataran Kabupaten Blitar harus bisa memenuhi kebutuhan air minum disana yang mencapai 1200 galon per bulan. Tentu itu menjadi peluang bisnis tersendiri bagi PDAM Penataran Kabupaten Blitar.
“Banyak sekali, Makanya mau tidak mau kami akan pengadaan alat produksi lagi,” imbuhnya.
Air kemasan merek Blit ini memang lebih murah dibandingkan dengan produk air minum kemasan lainnya. Seperti contoh air minum dalam galon dengan merek Blita hanya dijual Rp.10 ribu rupiah.
“Untuk yang ukuran 220 ml itu satu kartonnya ada di Rp.22.500, kalau di 330 ml itu ada di Rp. 32 ribu per kartonnya, sedangkan untuk galon satu galonnya Rp. 55 ribu untuk pertama kali beli sudah dapat galon tapi setelah itu isi ulang cuma Rp. 10 ribu,” terangnya.
Penjualan air minum kemasan merek Blit ini memang cukup tinggi. Dalam satu bulan rata-rata ada 180 karton air minum merek Blit terjual ke pasaran.
Jumlah tersebut akan meningkat, jika PDAM Penataran Kabupaten Blitar jadi bekerjasama dengan pabrik gula RMI. PAD Kabupaten Blitar pun pasti juga meningkat seiring dengan lakunya produk air minum kemasan merek Blit tersebut. (owi/but)






