Ringkasan Berita
- KA Dhoho tabrak pemotor di Kediri terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Desa Jambean, Kecamatan Kras.
- Korban berinisial MS meninggal dunia setelah mengalami luka parah dan sempat mendapat perawatan di rumah sakit.
- PT KAI Daop 7 Madiun melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) untuk memeriksa kondisi rangkaian kereta.
- Perjalanan KA 406 Commuter Line Dhoho terlambat sekitar sembilan menit, sementara KAI mengimbau masyarakat selalu mengutamakan keselamatan saat melintasi rel kereta api.
Kediri (beritajatim.com) – Kereta Api (KA) Dhoho tabrak pemotor di perlintasan sebidang tanpa palang pintu Desa Jambean, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Seorang pengendara sepeda motor berinisial MS, warga setempat, meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api Dhoho relasi Surabaya-Malang, Selasa petang (21/7/2026).
Berdasarkan keterangan kepolisian, korban mengendarai sepeda motor Honda Vario bernomor polisi AG 3513 EAC dari arah barat menuju timur. Saat melintasi rel kereta api, korban diduga kurang berhati-hati sehingga tertemper kereta yang sedang melintas.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Kediri Kota Ipda Suhendra mengatakan, korban mengalami luka berat akibat benturan dan sempat mendapatkan penanganan medis.
“Korban mengalami luka parah di tubuhnya. Sempat dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan. Sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” ujar Ipda Suhendra.
Insiden KA Dhoho tabrak pemotor di Kediri juga mendapat penanganan dari PT KAI Daop 7 Madiun. Humas PT KAI Daop 7 Madiun Tohari menjelaskan, setelah kejadian masinis segera melaporkan insiden tersebut kepada petugas terkait.
Sebagai bagian dari prosedur keselamatan operasional, Kereta Api Dhoho melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) untuk memastikan kondisi rangkaian tetap aman sebelum perjalanan kembali dilanjutkan.
“Kereta berhenti luar biasa untuk dilakukan pemeriksaan rangkaian guna memastikan kondisi sarana tetap aman sebelum perjalanan dilanjutkan,” kata Tohari.
Akibat kejadian tersebut, perjalanan KA 406 Commuter Line Dhoho mengalami keterlambatan sekitar sembilan menit. Meski demikian, PT KAI Daop 7 Madiun memastikan tidak ada kerusakan pada prasarana jalur kereta api sehingga perjalanan selanjutnya dapat kembali berjalan normal.
PT KAI Daop 7 Madiun juga mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat melintasi perlintasan kereta api, terutama perlintasan sebidang yang tidak dilengkapi palang pintu.
“Kami menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan perlintasan liar karena tidak dilengkapi fasilitas keselamatan. Pengguna jalan juga diwajibkan mendahulukan perjalanan kereta api serta memastikan kondisi aman sebelum melintasi rel,” ungkapnya. [nm/suf]






