Blitar (beritajatim.com) – Bupati Blitar, Rini Syarifah bersama pabrik Gula Rejoso Manis Indo (RMI) melakukan panen tebu di Desa Ngembul Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar, Kamis (18/07/2024).
Dalam kegiatan ini, Bupati Blitar Rini Syarifah melihat langsung kondisi pertanian tebu yang ada di Kabupaten Blitar. Terlebih pada bulan-bulan ini memang memasuki masa panen raya tebu.
Perempuan nomor satu di Kabupaten Blitar itu ingin mengetahui soal tingkat produktivitas tebu petani. Pasalnya Kabupaten Blitar merupakan salah daerah penghasil tebu terbanyak di Jawa Timur.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran PT.Rejoso Manis Indo (RMI) yang telah menginisiasi kegiatan ini. Sungguh ini salah satu wujud perhatian dari RMI untuk masyarakat Kabupaten Blitar khususnya para petani tebu,” ungkap Bupati Blitar, Rini Syarifah, Kamis (18/07/2024).
Data yang dimiliki oleh Bupati Blitar, luasan lahan tebu di Kabupaten Blitar mencapai 8.765 hektar. Dengan tingkat produktivitas tebu mencapai 642.228 ton.
Produktivitas memang masih menjadi permasalahan bagi petani tebu di Blitar. Penggantian bibir tabu bisa menjadi solusi ditengah menurunnya tingkat produktivitas tebu.
Untuk itu Bupati Blitar bakal terus berkomunikasi dengan sejumlah pihak termasuk pabrik gula RMI agar memberikan pendampingan kepada petani. Sehingga diharapkan dengan begitu produktivitas panen tebu petani bisa meningkat.
“Misalnya kita pernah bekerjasama dengan Balittas Malang dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Pusat Bogor dalam melaksanakan kegiatan riset pengembangan inovatif dan kolaboratif tebu yang dipusatkan di Desa Ngembul Kecamatan Binangun ini. Harapannya dengan kerjasama ini, para petani mampu mengendalikan hama dan penyakit tanaman tebu, Adanya ketersediaan bibit tebu bagi petani, Pembinaan sistem budidaya tanaman tebu yang baik dan benar, Meningkatkan Produksi dan Produktivitas tebu,” bebernya.
Sementara itu, sebelumnya pabrik gula RMI sendiri telah memasang target giling tebu sebesar 1,17 juta ton pada tahun ini. Target penerimaan tebu tahun ini menyusut dibandingkan dengan target tahun lalu (2023) yang mencapai angka 1,25 juta ton.
Pada Tahun 2023, RMI hanya mendapatkan 1,17 juta ton karena dampak iklim elnino yang menyebabkan terjadinya kekeringan, gangguan musim tanam, penurunan kualitas tanaman, dan ketidakstabilan pasar sehingga mempengaruhi jumlah tebu yang didapat.
Namun meskipun di tahun 2023 ini, RMI tidak mencapai target jumlah penerimaan tebu nilai rata – rata randemen tebu di PG RMI mencapai 8,25% dengan hasil produksi sebanyak 97.143 ton gula Kristal putih. Dengan nilai randemen sebesar 8,25% ini, PG RMI menduduki peringkat kedua randemen tertinggi di pulau Jawa.
Tahun 2024 ini PG RMI menargetkan angka randemen sebesar 8,20 % dengan target produksi gula sebanyak 90.170 Ton Gula Kristal Putih.
Dengan penetapan target dari perusahaan, pihaknya berharap bisa memenuhi target pendapatan tebu, jumlah rendemen serta hasil produksi.
Terlebih lagi adanya sinergi dari berbagai pihak. Manajemen juga sudah membuat beragam kebijakan seperti tebu yang harus bersih, sehingga meminimalkan kehilangan gula saat proses memasak, serta efisiensi pabrik.
Berbagai persiapan sudah dipersiapkan dengan matang oleh PT Rejoso Manis Indo dengan harapan dapat mencapai target yang ditentukan dan support dari segala lini sangat diperlukan untuk dapat mewujudkan swasembada gula di Indonesia.
“Apa yang menjadi target RMI bisa tercapai dengan baik dan bisa yang kita angan-angan bisa tercapai sampai akhir giling nanti,” kata Factory Manager PT RMI Blitar, Heri Widarmanto, Senin (15/05/24) lalu. (owi/ted)






