Jombang (beritajatim.com) – PDIP Jombang rela mendapatkan jatah kursi calon wakil bupati meski perolehan Pemilu 2024 di Kota Santri pada urutan dua dengan mendapatkan 10 kursi. Untuk kursi Bakal Calon Bupati Jombang, DPP PDIP justru memberikan rekomendasi kepada Mundjidah Wahab yang merupakan kader PPP.
Hal itu setelah DPP PDIP memberikan rekomendasi kepada pasangan Mundjidah Wahab-Sumrambah pada Selasa (30/7/2024) di kantor DPD PDIP Jatim. DPC PDIP Jombang tidak mempermasalahkan hal tersebut. Karena menurutnya, hasil Pemilu tidak selalu linear dengan Pilkada.
Sekretaris DPC PDIP Jombang Donny Anggun membenarkan bahwa pihaknya mendapatkan 10 kursi dalam Pemilu 2024. Namun demikian dalam rekomendasi yang diturunkan DPP PDIP, kader internal, yakni Sumrambah, diposisikan di nomor 2.
“Kita tidak mempermaslahkan hal tersebut. Tidak ada masalah. Meski PDIP mendapat 10 kursi dan PPP 4 kursi. Toh dalam pertarungan nanti kita bergotong-royong. Bergerak bersama. Apalagi PPP juga mendapatkan kekuatan dari Demokrat sebanyak 6 kursi. Jadi PPP dan Demokrat kalua ditotal juga 10 kursi,” kata Donny di hadapan wartawan, Rabu (31/7/2024).
Donny kembali menegaskan bahwa hasil Pemilu tidak berbanding lurus dengan Pilkada. “Itu bisa dilihat dari pengalaman sejumlah partai yang memenangkan Pemilu, tapi tidak demikian saat Pilkada,” ujar Donny.
Menurut Donny, DPP PDIP memiliki banyak pertimbangan dalam menurunkan rekomendasi. Di antaranya, soal elektabilitas, basis massa, serta elektoral. Selain itu, lanjut Donny, masih banyak PR (pekerjaan rumah) yang harus diselesaikan kepemimpinan Mundjidah-Sumrambah periode 2018-2023.
“Karena awal mula kepemimpinan Mundjidah-Surambah didera Covid-19. Sehingga kepemimpinan mereka tidak maksimal. Nah, untuk itu perlu diberi kesempatan di periode 2024-2029 untuk menyelesaikan PR yang belum terselesaikan tersebut. Jadi kita tidak mempermaslahkan PDIP di posisi Cawabup meski mendapat 10 kursi dalam Pemilu kemarin,” ujarnya. [suf]






