Jombang (beritajatim.com) – Dinamika politik menjelang Pilkada Jombang 2024 terus bergerak. Dari hari ke hari perubahan terus terjadi. Hal itu diikuti oleh munculnya tokoh-tokoh yang akan mengikuti kontestasi lima tahunan tersebut. Tentu saja itu juga seiring dengan sejumlah partai politik (parpol) yang membangun blok koalisi.
Setidaknya ada tiga nama yang mulai mengemuka di Kota Santri menjelang digelarnya kontestasi itu. Pertama, Kepala Desa (Kades) Mojokrapak Kecamatan Tembelang, Warsubi. Pria berjuluk Abah Gemoy ini menjabat Kades selama tiga periode.
Selain itu, Warsubi saat ini juga menjabat sebagai Ketua AKD (Asosiasi Kepala Desa) Kabupaten Jombang. Pasca pemilu 2024, Warsubi sudah terang-terangan untuk maju Pilkada Jombang 2024. Dia membidik kursi Jombang 1.
Awalnya, dia mengklaim didukung oleh KIM (Koalisi Indonesia Maju). Yakni, kumpulan partai politik yang mengusung Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024. Koalisi ini dilanjutkan di daerah. Jumlahnya ada delapam parpol.
Di antaranya, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Gerindra, serta sejumlah partai non parlemen. Bukan hanya itu, seiring laju Waktu, Warsubi juga mendapatkan dukungan kekuatan baru dari PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) yang notebene pemenang Pemilu di Jombang. PKB meraup 12 kursi di DPRD setempat.
Namun tidak ada kawan abadi dalam ranah politik. Semuanya didasari kepentingan. Delapam parpol tersebut tidak semuanya solid. Ada yang mulai rontok dan membangun blok koalisi baru dengan partai lain. Tentu saja, peta terkini hanya tiga parpol yang sudah memberikan surat tugas untuk Kades Mojokrapak ini.
Di antaranya, PKB (12 kursi), Partai Gerindra (8 kursi), sertai PKS (3 kursi). Jumlah totalnya 23 kursi. Jumlah tersebut sudah memenuhi persyaratan bagi parpol untuk mengusung cabup/cawabup.
Rekomendasi dari DPP PKB itu diserahkan oleh Ketua DPC PKB Jombang Hadi Atmaji kepada Warsubi di aula Grha Gus Dur yang merupakan kantor partai bergambar bola dunia tersebut pada 14 Mei 2024.
Rekom yang diturunkan oleh DPP PKB hanya untuk calon bupati atas nama Warsubi. Sedangkan untuk wakil, PKB menunggu keputusan para kiai kultural di Kabupaten Jombang yang dikomandani oleh KH Abdussalam Sohib atau Gus Salam.
Selanjutnya adalah Partai Gerindra. Surat tugas yang ditanda tangani Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Sekjen Ahmad Muzani ini tertanggal 11 Juli 2024. Dalam surat tersebut terdapat enam enam item untuk segera dilaksanakan oleh Warsubi.
Di antaranya, Warsubi diminta untuk berkoordinasi dengan pengurus DPD, DPC, PAC, dan pimpinan ranting Partai Gerindra untuk Menyusun dan melaksanakan pemenangan di wilayah penugasan. Penyerahan surat tugas dari Partai Gerindra dilaksanakan secara simbolis pada Jumat (12/7/2024) malam di kantor DPD Partai Gerindra Jatim.
Setelah PKB dan Partai Gerindra, giliran PKS memberikan dukungan serupa. Penyerahan SK DPP PKS dilakukan di kantor DPTW PKS Jawa Timur, Selasa (16/7/2024). Warsubi tak henti berucap syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh sejumlah parpol tersebut.
Partai Demokrat dan Golkar Berubah Haluan?
Partai Demokrat dan Golkar yang awalnya mesra dengan Warsubi akhirnya berubah Haluan. Rumor yang berkembang, dua parpol ini memberikan dukungannya untuk pasangan Mundjidah Wahab-Sumrambah. Bahkan Partai Demokrat sudah menyerahkan surat tugas untuk Bupati Jombang periode 2028-2023 ini.
Selain itu, Mundjidah sudah mengantongis surat tugas dari PPP (Partai Persatuan Pembangunan). Maklum saja, Mundjidah bukan orang baru di partai berlambang kabah itu. Saat ini Mundjidah merupakan Ketua DPW PPP Jawa Timur.
Amunisi pasangan petahana ini dimungkinkan bertambah. Betapa tidak, pada 15 Juli 2024 Mundjidah-Sumrambahg diundang ke DPD PDIP Jawa Timur. Isinya, membahas pemcalonan mereka. Selanjutnya usulan tersebut disampaikan ke DPP.
Dengan begitu, ada empat parpol mendukung Mundjidah-Sumrambah jilid dua. Berdasarkan hasil Pemilu 2024 di Jombang, PPP mendapatkan empat kursi, Partai Demokrat enam kursi, Golkar lima kursi dan PDIP 10 kursi. Tentu saja, tiket dari koalisi tiga partai ini sudah cukup untuk mendaftarkan pasangan Mundjidah-Sumrambah ke KPU setempat. Karena jumlah totalnya 25 kursi.
Praktis, hanya tersisa Partai Nasdem yang belum menjatuhkan pilihan koalisi dalam Pilkada 2024. Namun demikian, perolehan kursi partai besutan Surya Paloh ini kurang siginifikan. Karena pemilu 2024, Partai Nasdem hanya mengoleksi 2 kursi. Jauh api dari panggang. Tiket dari parpol untuk Pilkada Jombang sudah ludes.
Adu Kuat Dekengan Pusat
Satu nama lagi yang muncul dalam bursa Pilkada 2024 adalah Pj (Penjabat) Bupati Jombang Sugiat. Pria kelahiran Kecamatan Gudo ini sudah melayangkan surat pengunduran diri sebagai Pj Bupati ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Isu yang berkembang, Sugiat memiliki dekengan atau beking kuat di tingkat pusat. Betapa tidak, sebelum ditunjuk sebagai Pj Bupati Jombang, Sugiat adalah Kabinda (Kepala Badan Intelejen Daerah) Sulbar (Sulawesi Barat).
Sugiat memulai jabatannya sebagai Pj Bupati Jombang pada 24 September 2023. Hal itu setelah pasangan Bupati-Wabup Jombang 2018-2023, Mundjidah Wahab-Sumrambah, habis masa jabatannya per 24 September 2023.
Namun belum tuntas mengemban tugasnya sebagai Pj Bupati Jombang, Sugiat tergoda untuk ikut kontetasi Pilkada yang digelar 27 November 2024. Meski demikian, Sugiat belum berani membeberkan partai apa yang ia kendarai untuk maju dalam Pilkada Jombang 2024.
Padahal berdasarkan pergerakan bandul politik terkini, yang tersisa hanya Partai Nasdem dengan 2 kursi. Sugiat tak ambil pusing dengan dinamika politik tersebut. Dirinya masih yakin memiiki peluang dari partai mana saja.
Karena yang dikantongi oleh beberapa nama bakal calon bupati Jombang hanya surat tugas. Bukan rekomendasi dari partai. Kalau hanya surat tugas, bagi Sugiat, masih bisa berubah. Belum harga mati.
Bahkan dirinya melontarkan gertak sambal, yakni berani mundur dari jabatan Pj Bupati Jombang dan berani mengorbankan kariernya di BIN yang dibangunnya selama 33 tahun, karena optimistis bisa berlaga di Pilkada Jombang 2024.
Meski secara kasat mata tiket untuk maju tak ada sisa, Sugiat masih yakin bisa berlaga di Pilkada. Sugiat punya orang kuat di pusat? Kita tunggu saja, karena hanya elit pusat yang bisa mengubah peta itu sehingga bandul politik Pilkada Jombang 2024 tetap bergerak. [suf]







1 Komentar
Lanjut untuk Generasi muda menata Negara……