Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto diminta tetap bersikap demokratis dan tidak mengintevensi pemberitaan media massa di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ia berkomitmen tetap menjaga kebebasan pers sejak dilantik menjadi bupati Jember pada Februari 2021.
Permintaan ini muncul saat Hendy menggelar acara Kobarkan (Ngopi Bareng Wartawan) di Pendapa Wahyawibawagraha dengan anggota tiga organisasi wartawan, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Kamis (29/8/2024) malam.
Acara itu juga diikuti Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Bobby Arie Sandi dan tiga asisten Pemkab Jember, yakni Asisten Administrasi Umum Harry Agustriono, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Jupriono, dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Muhammad Zamroni.
Dalam kesempatan itu, Sutrisno, anggota PWI Jember, meminta Hendy untuk tetap menjaga komitmen melindungi kebebasan pers sebagaimana yang sudah dilakukan selama 3,5 tahun ini. “Saya mengapresiasi Pak Hendy yang selama ini tidak menggunakan MOU kerja sama dengan media massa sebagai alat tekan intervensi pemberitaan,” katanya.
Di tengah suasana pilkada, Sutrisno meminta agar tidak ada campur aduk berita advertorial pemerintahan dengan politik. “Harus dibedakan antara sosok Pak Hendy sebagai bupati dan calon bupati atau politisi. Pemberitaan advertorial yang dibiayai APBD tidak boleh memberitakan aktivitas Pak Hendy sebagai calon bupati, seperti misalnya berita kegiatan kampanye dan sejenisnya,” katanya.
Sutrisno meminta kepada Diskominfo Jember untuk menolak pemberitaan aktivitas politik Hendy sebagai calon bupati disodorkan sebagai advertorial oleh media massa yang bekerja sama. “Benar-benar harus dibedakan,” katanya.
Sementara itu, Mahfudz Sunarjie dari IJTI meminta agar kegiatan-kegiatan bupati tidak bersifat seremonial belaka. “Kegiatan seremonial sulit untuk bisa ditayangkan di televisi. Bisa-bisa kalau kami kirim ke redaksi malah ditertawakan. Perlu ada upaya untuk memfasilitasi wartawan televisi agar bisa meliput berita pemerintahan yang memiliki news value dari aspek materi berita maupun visual,” katanya.
Merespons hal ini, Bupati Hendy berterima kasih terhadap kritik media massa selama ini dan meminta agar tradisi kritik itu dilanjutkan. “Saya minta pembangunan selama ini tetap dikawal. Saya selama ini tidak pernah membalas kritik dari kawan-kawan media. Kritik teman-teman media justru menjadi masukan bagi kami,” katanya.
Hendy meminta maaf jika kinerja birokrasi masih kurang memuaskan. “Teman-teman birokrat perlu kontrol. Mewakili teman-teman birokrat, saya mohon maaf kalau ada kekurangan,” katanya.
Hendy menyadari Pemkab Jember tidak bisa berjalan sendiri tanpa bantuan media massa. “Saya memandang teman-teman jurnalis dengan pemda ini dua sisi mata uang. Mata uang baru laku kalau dua sisi ini ada sesuai fungsi masing-masing,” katanya. [wir]







1 Komentar
Be patent