Pasuruan (beritajatim.com) – Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan sekaligus politisi Partai NasDem, Eko Suryono, turun langsung menemui dan mendampingi ratusan warga yang menggelar aksi unjuk rasa di Kecamatan Lekok.
Kehadiran wakil rakyat ini merupakan bentuk pemenuhan panggilan dari masyarakat yang tengah didera ketakutan akibat rentetan insiden peluru nyasar di permukiman mereka.
Masyarakat setempat merasa terancam keselamatannya karena dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir kawasan permukiman mereka kerap diterjang amunisi latihan militer.
Keresahan warga yang kian memuncak membuat masyarakat dari 10 desa di wilayah Lekok tersebut kompak mengistilahkan kejadian berulang itu sebagai fenomena hujan peluru.
“Dewan datang untuk memenuhi panggilan rakyat karena hari ini rakyat sedang merasa dalam penderitaan. Kemarin ada empat peluru nyasar, dua minggu yang lalu juga ada yang menyasar, dan hari ini sejak pagi banyak sekali sampai masyarakat mengistilahkan itu sebagai hujan peluru,” Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Eko Suryono.
Ketakutan yang dialami masyarakat 10 desa di Kecamatan Lekok Pasuruan ini dinilai sudah pada taraf yang sangat mengkhawatirkan bagi keselamatan jiwa. Kehadiran Eko di lokasi aksi unjuk rasa bertujuan untuk memastikan negara hadir memberikan rasa aman dan perlindungan nyata bagi seluruh warganya.
“Ini adalah tanggung jawab negara untuk hadir, di mana saya sudah satu jam hadir di sini menemani masyarakat namun belum ada pihak yang merasa bertanggung jawab atau bisa mewakili tuntutan rakyat. Tuntutan masyarakat hari ini sangat sederhana, yakni ingin dilihat sebagai rakyat seutuhnya yang memiliki rasa aman,” jelas Eko yang juga pokitisi Nasdem.
Ratusan warga dari 10 desa tersebut telah bertahan dan memblokir akses jalan raya selama lebih dari 5 jam untuk menuntut penghentian aktivitas latihan militer. Eko pun berkomitmen untuk terus berada di barisan terdepan bersama warga Pasuruan sampai ada kepastian serta keputusan resmi dari pihak pimpinan penanggung jawab latihan.
“Harapan sederhana itu harap dijawab oleh negara dan saya akan menunggu di sini sampai ada keputusan menemani masyarakat di 10 desa yang hari ini hadir. Masyarakat kita adalah pemegang kedaulatan tertinggi di Negara Republik Indonesia, sehingga perlindungan keselamatan rakyat harus menjadi yang utama di atas program non-nyawa lainnya,” lanjutnya.
Eko menegaskan bahwa nyawa warga tidak boleh ditukar dengan program apapun dan mendesak agar latihan militer di kawasan pemukiman warga Lekok Pasuruan ditutup permanen. Ia berharap pimpinan perwakilan instansi terkait segera menemui massa untuk membuat komitmen dan solusi terbaik agar insiden peluru nyasar tidak sampai memakan korban jiwa. (ada/ted)

as a preferred source on Google




