Kediri (beritajatim.com) – Krisis biodiversitas yang meningkat mendorong Yayasan Hijau Daun Mandiri di Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto menggerakkan anak muda Kediri untuk terlibat langsung dalam penyelamatan lingkungan melalui aksi konservasi hutan kritis, perawatan sungai, hingga edukasi tentang tanaman endemik.
Gerakan ini dilakukan sebagai upaya menjawab kebutuhan pelestarian hayati di tengah meningkatnya ancaman terhadap megabiodiversitas Indonesia.
Ketua Yayasan Hijau Daun Mandiri Endang Pertiwi menjelaskan bahwa organisasi ini sudah bergerak jauh sebelum 2010, meski legal formalnya baru terbentuk sekitar 2020.
“Tujuannya penyelamatan lingkungan. Kita melakukan pengelolaan sampah, penyelamatan sungai, konservasi lahan kritis, penanaman di hutan, sumber mata air, hingga pembersihan sungai,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa aktivitas konservasi berjalan intens, bahkan dalam satu minggu bisa dilakukan hingga tiga kali, mulai dari seminar lingkungan hingga aksi langsung penanaman pohon.
Sebagian besar relawan yayasan merupakan anak-anak muda, mulai dari pelajar SMA, mahasiswa, hingga yang sudah bekerja. Pelibatan generasi muda ini dilakukan karena mereka dinilai menjadi garda terdepan dalam masa depan kelestarian alam. Endang mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah minimnya pengetahuan generasi muda mengenai keanekaragaman hayati di sekitar mereka.
“Bahkan nama-nama tanaman endemik yang ada di lereng Wilis atau Kelud saja mereka banyak yang belum tahu. Padahal Indonesia punya megabiodiversitas luar biasa yang harus kita jaga,” ujarnya.
Melalui program edukasi dan konservasi inklusif, Yayasan Hijau Daun Mandiri mengajak lebih banyak relawan untuk memahami pentingnya menjaga sumber mata air, merawat sungai, melindungi hutan, dan mengenali vegetasi yang tumbuh di dalamnya.
Endang berharap keterlibatan generasi Z dan Alpha semakin meningkat agar upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan berkelanjutan. “Anak muda harus peduli, anak muda harus tahu. Yayasan Hijau Daun mengajak semuanya, ayo kita belajar bareng dan lestarikan alam bersama.”
Dengan mengusung tagline “Pelopor Konservasi dan Keanekaragaman Hayati”, yayasan ini terus membangun jaringan relawan untuk mewujudkan masa depan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan bagi Kediri dan Indonesia. [nm/ted]






