Gresik (beritajatim.com) – Ruas jalan Kabupaten Gresik, Banjarsari–Kedanyang, yang mengalami kerusakan parah dan sempat diprotes warga akhirnya mendapat perhatian dari pemerintah daerah setempat.
Jalan alternatif ini sebelumnya dibangun untuk mengurai kemacetan lalu lintas, baik dari arah Cerme menuju Kota Gresik maupun dari arah Surabaya menuju Kecamatan Cerme.
Keberadaan jalan tersebut juga mempermudah mobilitas warga, terlebih dengan banyaknya permukiman baru yang bermunculan di sekitar Banjarsari–Kedanyang.
“Alhamdulillah sudah ada perbaikan, kami was-was saja saat malam hari karena banyak jalan yang berlubang,” ujar Imron (45), warga Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Selasa (12/8/2025).
Koordinator Unit Reaksi Cepat (URC) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik, Samsul Bakri, mengatakan perbaikan dilakukan setelah menerima laporan masyarakat terkait jalan rusak di Banjarsari–Kedanyang.
“Kami langsung merespons laporan tersebut dengan menggali titik kerusakan sedalam 1 meter. Kemudian menggantinya dengan urukan material liem stone. Setelah itu, lapisan atas diperkuat dengan Cement Treated Base (CTB) sebelum akhirnya dilakukan pengaspalan,” jelasnya.
Menurut Samsul, perbaikan ini merupakan bagian dari target mewujudkan Gresik bebas jalan berlubang demi menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Secara terpisah, anggota Komisi III DPRD Gresik, Yuyun Wahyudi, mengapresiasi langkah cepat Tim URC DPUTR Gresik dalam menindaklanjuti laporan warga.
“Sistem DPUTR Gresik dalam menangani laporan masyarakat terkait jalan rusak sudah bagus. Saya sangat mengapresiasi kinerjanya,” ujarnya.
Yuyun menambahkan, Komisi III DPRD telah menyetujui tambahan anggaran sekitar Rp8 miliar dalam Perubahan APBD 2025 untuk menindaklanjuti laporan masyarakat. Namun, keputusan akhir tetap berada di pihak eksekutif. [dny/ian]






