Gresik (beritajatim.com) – Memasuki Bulan Ramadhan hari ke 25, ada tradisi di Gresik yang sampai saat ini masih dilestarikan dan ditunggu banyak peziarah. Tradisi itu namanya ‘Malam Selawe’ atau hari keduapuluh lima. Tradisi peninggalan Sunan Giri ini sudah berjalan ratusan tahun dan memiliki keistimewaan sendiri bersamaan dengan turunnya Lailatul Qodar.
Menurut sejarahnya, adanya malam selawe ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Sunan Giri. Seorang penyiar agama Islam di Pulau Jawa. Saat itu, pendiri kerajaan Giri Kedaton tersebut sebelum mudik mengajak santrinya beritikaf di Masjid Giri dengan harapan mendapatkan berkah malam istimewa di Bulan Ramadhan.
Dari tradisi itu, kegiatan malam selawe terus berjalan hingga sekarang. Kecuali saat ada pandemi covid-19. Semua kegiatan tidak diperbolehkan termasuk berziarah. Tradisi yang semula hanya beritikaf di masjid, kini berkembang. Selain ada peziarah dari berbagai daerah untuk mencari berkah. Pelaku UMKM pun juga turut terdongkrak adanya malam selawe.
Para pelaku UMKM banyak menjajakan aneka produk usahanya. Mulai dari makanan hingga aneka kebutuhan sehari-hari. Salah satu pelaku UMKM yakni Suhari (53) asal Cerme menuturkan, dirinya bersama istrinya berjualan makanan ringan untuk menambah kebutuhan asap dapur. “Berkah malam selawe mas, pedagang seperti saya ketiban rezeki buat lebaran nanti,” ujarnya, Kamis (4/4/2024).
Hal yang sama dikatakan oleh Syaiful Anam (45), warga Asal Kenjeran Surabaya. Dia berjualan aneka peci dan songkok di sekitar makam Sunan Giri. Dirinya bersyukur dagangannya banyak diminati para pembeli maupun peziarah. “Alhamdulillah disyukuri saja dagangan saya banyak diminati karena harganya murah meriah,” ungkapnya.
Sementara, Alif (29) peziarah asal Sidoarjo mengatakan, dirinya bersama temannya sengaja berziarah ke makam Sunan Giri di malam selawe. “Saya tadi datang sejak sore tadi ngalap berkah (menuai berkat) bersama teman rela berdesak-desakan masuk ke kompleks makam demi mendapatkan berkah,” paparnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga (Disparbudkerafpora) Gresik drg Syaifuddin Ghozali menyatakan banyak peziarah serta pelaku UMKM di malam selawe sangat membantu perekonomian masyarakat.
“Menjelang lebaran pasti banyak masyarakat yang membutuhkan bermacam pakaian, atau kebutuhan yang baru. Sehingga, juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Semangat Sunan Giri dalam mengajak masyarakat bermunajat kepada Allah SWT terus diwariskan ke masyarakat Gresik termasuk diantaranya membangkitkan kembali UMKM,” pungkasnya. [dny/suf]






