Sidoarjo (beritajatim.com) – Festival Banjari Tingkat Nasional resmi dibuka di Desa Juwet Kenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan yang digelar dalam rangka Haul Mbah Kalam tersebut menjadi ruang pelestarian seni budaya Islam sekaligus memperkuat syiar keagamaan di tengah masyarakat.
Festival ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan RI, Anggota Komisi X DPR RI Adela Kanasya, dan Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Juwet Kenongo.
Pembukaan festival dihadiri Perwakilan Kementerian Kebudayaan RI Insan Abdirahman, Ketua PCNU Sidoarjo KH. Zainal Abidin, jajaran Muslimat NU Sidoarjo, Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo Adiel Kanantha, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Usai seremoni pembukaan, para tamu undangan mengikuti doa bersama dan berziarah ke makam Mbah Kalam sebagai bagian dari rangkaian haul untuk mengenang jasa ulama yang berperan besar dalam penyebaran ajaran Islam di wilayah Porong dan sekitarnya.
Anggota Komisi X DPR RI, Adela Kanasya, mengatakan Festival Banjari Tingkat Nasional tidak hanya menjadi ajang perlombaan seni religi, tetapi juga sarana merawat tradisi Islam Nusantara sekaligus memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
“Festival Banjari resmi kami buka pada Jumat kemarin. Festival ini menjadi ruang untuk merawat tradisi, memperkuat kecintaan generasi muda terhadap seni Islami, sekaligus melestarikan budaya yang menjadi bagian dari identitas bangsa. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan masyarakat seperti ini harus terus diperkuat agar warisan budaya tetap lestari dan mampu berkembang mengikuti zaman,” ujar Adela, Senin (20/7/2026).
Menurut politisi Partai Golkar tersebut, keterlibatan Kementerian Kebudayaan menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya menyasar kesenian tradisional, tetapi juga seni bernuansa religius yang telah hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
“Banjari bukan sekadar seni musik religi, tetapi juga media dakwah yang mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, cinta kepada Rasulullah SAW, dan akhlak mulia. Karena itu, negara perlu hadir memberikan ruang dan dukungan agar kesenian seperti ini terus hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi penerus sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia,” tambahnya.
Adela berharap Festival Banjari Tingkat Nasional dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai wadah pembinaan generasi muda agar semakin mencintai seni Islami sekaligus memiliki karakter kebangsaan yang kuat.
“Saya berharap festival seperti ini terus digelar secara berkelanjutan. Dengan begitu, semakin banyak generasi muda yang mencintai seni Islami, memahami nilai-nilai keislaman, serta memiliki semangat kebangsaan yang kuat. Seni banjari bukan hanya tentang melestarikan tradisi, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter dan memperkuat persatuan bangsa,” tuturnya.
Selain menghadiri pembukaan festival, Adela juga melanjutkan agenda silaturahmi politik di daerah pemilihannya dengan mengunjungi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Sidoarjo dan DPD Partai Golkar Kota Surabaya.
Dalam pertemuan tersebut, ia berdialog dengan jajaran pengurus partai sekaligus menyerap berbagai aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) I Jawa Timur yang meliputi Kabupaten Sidoarjo dan Kota Surabaya.
“Komunikasi langsung dengan masyarakat dan berbagai elemen daerah merupakan bagian penting dari tugas anggota DPR RI. Aspirasi yang dihimpun akan menjadi bahan dalam memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat di legislatif pusat,” pungkas Adela. (isa/but)






