Bojonegoro (beritajatim.com) – Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Bojonegoro terpantau mengalami kenaikan pada Kamis (15/1/2026).
Berdasarkan data pemantauan Perum Jasa Tirta (PJT) Divisi Jasa Asa III Bengawan Solo, TMA tercatat berada di angka 11,22 meter dengan status normal, namun menunjukkan tren naik.
Kenaikan TMA ini seiring dengan kondisi cuaca di Bojonegoro yang didominasi hujan ringan sejak pagi hingga siang hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan ringan mengguyur wilayah Bojonegoro pada pagi dan siang, dengan suhu berkisar antara 25 hingga 28 derajat Celsius.
Memasuki malam hingga dini hari, cuaca diperkirakan berawan dengan suhu turun hingga 23–24 derajat Celsius dan kelembapan mencapai di atas 90 persen. Secara visual, seluruh wilayah Bojonegoro—baik kota, selatan, timur, maupun barat—terpantau berawan.
Meski masih berstatus normal dan belum ada laporan kejadian atau bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro tetap mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran Bengawan Solo, untuk meningkatkan kewaspadaan.
Kenaikan TMA berpotensi terus terjadi apabila intensitas hujan di wilayah hulu dan lokal berlangsung dalam durasi panjang.
BPBD Bojonegoro memastikan pemantauan debit Sungai Bengawan Solo dilakukan secara berkala dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Masyarakat diminta untuk terus mengikuti informasi resmi dan segera melapor apabila terjadi perubahan kondisi sungai yang mengkhawatirkan.
Hingga laporan harian Pusdalops BPBD Bojonegoro dirilis, situasi secara umum terpantau aman dan terkendali. Namun, kewaspadaan dini tetap menjadi kunci untuk mengantisipasi potensi dampak hidrometeorologi di musim hujan. [lus/ted]






