Lamongan (beritajatim.com) – Polres Lamongan mematangkan kesiapan pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, dengan melakukan pengecekan personel beserta sarana prasarana penunjang, di Alun-alun Lamongan,bRabu (20/11/2024).
Kapolres Lamongan, AKBP Bobby Adimas Condroputra, mengatakan pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi personel dalam kondisi prima, baik secara fisik maupun mental.
“Kita cek secara keseluruhan, termasuk kesiapan sarana prasarana pendukung, seperti kendaraan bermotornya juga kita cek. Supaya nanti pada saat hari H semuanya sudah siap unuk melakukan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Bobby, usai Apel Pengecekan Personel Pengamanan TPS.
Bobby menyebutkan, untuk pengamanan TPS Pilkada 2024 ini, pihaknya menyiapkan sebanyak 7.125 personel gabungan, yang terdiri dari unsur TNI, Polri dan instansi terkait lainnya, termasuk anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas).
Lebih lanjut Bobby menjelaskan, dalam persiapan pengamanan Pilkada 2024, pihaknya juga telah memetakan wilayah maupun TPS yang memiliki tingkat kerawanan tingggi maupun yang rendah.
Setidaknya ada tiga TPS yang masuk ke dalam kategori sangat rawan, berdasarkan pemetaan yang dilakukan intelejen. Penetapan status rawan tersebut mengacu pada sejumlah indikator kerawanan. “Salah satu indikatornya di TPS tersebut pernah terjadi pemungutan suara ulang dan juga salah satu lokasi tersebut adalah tempat tinggal salah satu Paslon yang rawan terjadi gesekan antar pendukung, sehingga kami identifikasi sebagai TPS rawan,” tuturnya.
Bobby mengungkapkan, TPS yang memiliki tingkat kerawanan tinggi akan mendapatkan perlakuan berbeda, dibandingkan dengan TPS yang tingkat kerawanannya sedang dan rendah. “Untuk TPS kategori sangat rawan ini kita akan menempatkan 2 personel Polri, yang akan mengamankan satu TPS dan dibantu 2 orang dari rekan Linmas,” ujarnya.
Selain kerawanan di tingkat TPS, kepolisian juga menetapkan Lamongan utara sebagai wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi dibandingkan wilayah lainnya. “Apabila terjadi situasi yang tidak kita harapkan, seperti situasi kontinjensi, dari Satbrimob Polda Jatim siap mem-backup kita. Kita sudah mempelajari beberapa kejadian sebelumnya, yang kita jadikan acuah, sehingga ke depan tidak terjadi kembali,” katanya.
Selain mengoptimalkan pengamanan, kata Bobby, pihaknya juga telah menjalin silaturahmi dengan para tokoh masyarakat dan tokoh agama, untuk menguatkan sinergi dalam mengamankan Pilkada 2024 agar berjalan kondusif, terkendali dan aman.
“Kami menginbau kepada sluruh pendikung Paslon, kita sama-sama menahan diri, kita sama-sama melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah ini secara baik sesuai aturan. Kita juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya, sehingga persentase kehadiran masyarakat dalam Pilkada 2024 dapat mencapai angka yang maksimal,” ucap Bobby. (fak/kun)






