Surabaya (beritajatim.com) – Pelantikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur (Jatim), Adhy Karyono, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Jumat (15/7/2022) sempat diwarnai isu ancaman unjuk rasa. Nyatanya, ancaman tersebut ternyata hanya isapan jempol.
Pengamatan beritajatim.com di Grahadi hingga pukul 15.00 WIB, tidak ada satupun aksi unjuk rasa yang muncul. Hampir puluhan media yang menunggu aksi itu jelas kecewa.
Salah satu koordinator aksi Aliansi Aksi Bersama Rakyat-Mahasiswa yang menolak Sekda Terduga Korupsi Bansos Rp 550 juta, Kusnan yang dikonfirmasi beritajatim.com mengaku membatalkan rencana aksinya. Dia beralasan banyak elemen lain yang diduga akan ‘menunggangi’.
“Kami urungkan aksi hari ini dan ditunda Rabu. Kami tarik massa hari ini agar tidak jadi demo. Ayo mbalik kabeh sing nang lapangan (ayo balik semua yang di lapangan), kita tunda, kita tunda. Onok sing kate nunut aksi (ada yang mau menunggangi aksi),” kata Kusnan melalui voice note kepada beritajatim.com.
Selain Aliansi Aksi Bersama Rakyat-Mahasiswa, rencananya hari juga akan turun massa dari Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Indonesia (ILMISPI). Demo yang rencananya digelar pukul 13.30-14.30 WIB pun tidak terjadi.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Surabaya”]
Sementara, Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Jatum masih berencana menggelar demo pada Rabu pekan depan (20/7/2022).
Diberitakan sebelumnya, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memastikan pelantikan Sekdaprov Jatim definitif pada Jumat (15/7/2022).
Hal ini sesuai informasi yang diterima beritajatim.com bahwa pelantikan digelar 15 Juli usai Khofifah mempercepat kepulangan haji yang sedianya 23 Juli menjadi 13 Juli 2022.
“Insya Allah besok (Jumat) akan ada pelantikan Sekdaprov Jatim definitif. Untuk jamnya, nanti tanyakan ke Mas Ali (Kepala Biro Adpim Setdaprov Jatim) yang bagian undang-undang,” kata Khofifah kepada wartawan usai tasyakuran kepulangan haji di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (14/7/2022). [tok/beq]






