Muhammad Iqbal, doktor ilmu komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember, menyampaikan penolakan terhadap wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) tidak langsung di hadapan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya dan Bupati Jember Muhammad Fawait.
KUMPULAN BERITA akademisi unej Muhammad Iqbal
Namanya Achmad Imam Fauzi. Namun sejumlah anggota DPRD Jember, Jawa Timur, menyebutnya ‘Pak Gundul’ atau ‘Si Gundul’. Sebuah sebutan yang mengacu pada kepalanya yang plontos, tak menyisakan sehelai rambut pun.
Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kabupaten Jember, Jawa Timur, disarankan belajar dari Zohran Mamdani, politisi Partai Demokrat yang berhasil memenangi Pemilihan Wali Kota New York, Amerika Serikat.
Kemenangan Zohran Kwame Mamdani dalam Pemilihan Wali Kota Nuew York. Amerika Serikat, bukan kemenangan sosialisme, kendati pria kelahiran 18 Oktober 1991 itu adalah politisi sosialis demokrat.
Narasi pembubaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang mengemuka di sejumlah aksi unjuk rasa akhir-akhir ini sesungguhnya mematikan demokrasi. Lembaga parlemen tetap diperlukan dalam sistem demokratis.
Kepercayaan publik kepada pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia tengah anjlok. Namun ada resep untuk mengembalikan kepercayaan tersebut.
Aksi massa menentang kenaikan pajak bumi dan bangunan (PBB) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tak lepas dari kebijakan fiskal pemerintah pusat yang mengabaikan prinsip otonomi daerah.
Komunikasi Empati Afektif adalah respons emosional terhadap situasi korban. Empati yang mengarah dan menekankan pada belas kasihan dan simpati.
Krisis bahan bakar minyak di Kabupaten Jember, Jawa Timur, melipatgandakan ujian Arba Bradjamanastha Asmoro sebagai mahasiswa tahun terakhir jurusan Hubungan Internasional di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember.
Dengan vonis tersebut, Muhammad Iqbal melihat, ada upaya untuk memadamkan gerakan politik yang kritis, yang menuntut terselenggaranya keadilan. “Vonis 4,5 tahun penjara terhadap Tom Lembong adalah potret buram wajah hukum yang dipertontonkan sistem peradilan Indonesia,” kecam mantan aktivis mahasiswa Universitas Airlangga ini.









