Denpasar (beritajatim.com) – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menilai, Bali memiliki posisi strategis sebagai etalase karya kreatif Indonesia di mata dunia.
Karena itu, pengembangan wilayah Bali perlu dibarengi penguatan ekosistem ekonomi kreatif agar menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Bali merupakan salah satu provinsi prioritas pengembangan ekonomi kreatif nasional. Karena itu, kami ingin memastikan pengembangan wilayah Bali berjalan seiring dengan penguatan ekosistem ekonomi kreatif, sehingga karya dan talenta kreatif daerah dapat semakin berkembang sekaligus memperkuat daya saing Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia,” ujar Teuku Riefky saat Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Pengembangan Wilayah Bali yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Wiswa Sabha Utama, Bali, Senin (20/7/2026).
Sebagai implementasi Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045, Kementerian Ekraf mendorong sinergi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan 21 subsektor ekonomi kreatif.
“Melalui Rindekraf, kami tidak memulai dari nol. Fokus kami adalah memperkuat desa kreatif, mengaktivasi creative hub yang telah berkembang di daerah, serta mendorong karya kreatif lokal agar mampu menjadi kebanggaan di pasar nasional maupun global melalui program Creative by Indonesia,” kata Teuku Riefky.
Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan bahwa Bali menyumbang sekitar 55 persen devisa pariwisata nasional. Menurutnya, tingginya aktivitas di Bali perlu diimbangi dengan percepatan pembangunan infrastruktur, penanganan sampah, penyediaan air bersih, pengendalian abrasi pantai, serta penguatan konektivitas antarkawasan agar pembangunan berlangsung lebih merata.
“Upaya tersebut akan memperkuat daya dukung bagi pengembangan berbagai sektor, termasuk ekonomi kreatif,” ujarnya. (hen/ted)






