Jember (beritajatim.com) – Bupati Muhammad Fawait menyebut adanya paradoks di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyusul tidak berimbangnya jumlah perguruan tinggi dengan masih tingginya angka kemiskinan di masyarakat.
.”Jember adalah kabupaten yang mempunyai angka kemiskinan absolut terbanyak kedua setelah Kabupaten Malang. Padahal di Malang dan Jember banyak kampus besar,” kata Bupati Fawait, ditulis Senin (20/7/2026).
Menurut Fawait, Jember memiliki kurang lebih 31 kampus negeri dan swasta. “Ini terjadi semacam paradoks. Di satu sisi kampusnya banyak, tapi di sisi yang lain banyak orang miskin,” katanya.
Bupati Fawait mengajak seluruh mahasiswa di Jember untuk berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif. Ia meminta mahasiswa ikut mengecek dan memastikan ketepatan data dan pemberian bantuan untuk kaum miskin.
“Republik ini 350 tahun dijajah Belanda ditambah beberapa tahun oleh Jepang, dan bisa merdeka bukan karena pemberian siapa pun. Bisa merdeka bukan karena hadiah dari penjajah. Merdeka karena pengorbanan darah dan nyawa pahlawan-pahlawan Republik,” kata Fawait.
Semuanya dimulai dari gerakan kaum muda. “Dalam sejarah kita bisa lihat, revolusi dan perubahan selalu diawali dan ada peran besar dari kaum pemuda dan pemudi,” kata Fawait. [wir/ian]






