Surabaya (beritajatim.com) – Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak (Khofifah-Emil) cukup dominan di semua sub kultur di Jawa Timur. Data ini terungkap dari hasil survei elektabilitas tiga pasangan calon (paslon) peserta Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2024 yang dirilis Poltracking Indonesia pada Kamis (19/9/2024).
Poltracking merinci hasil survei dalam beberapa kategori. Salah satunya sub kultur, yang masuk kategori wilayah aglomerasi.
Terdapat lima wilayah aglomerasi dalam survei tersebut yaitu Arek (Jombang, Malang, Kota Malang, Mojokerto, Kota Mojokerto, Sidoarjo, Kota Surabaya, Kota Batu), Mataraman (Blitar, Kota Blitar, Kediri, Kota Kediri, Madiun, Kota Madiun, Magetan, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung.
Selain itu ada Tapal Kuda (Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Lumajang, Pasuruan, Kota Pasuruan, Probolinggo, Kota Probolinggo, Kota Probolinggo, Situbondo), Pantura (Bojonegoro, Gresik, Lamongan, Tuban), dan Madura (Bangkalan, Pamekasan, Sampang, Sumenep).
“Pemilih Arek, Mataraman, Tapal Kuda, Pantura, dan Madura cenderung kepada Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak,” ujar Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda.
Dari hasil survei, dominasi Khofifah-Emil rata-rata berada di atas 50 persen. Tengok saja, Mataraman dengan 63,4 persen, Tapal Kuda 53,9 persen, Pantura 51,0 persen, Madura 69,7 persen.
Sementara di sub kultur Arek, elektabilitas Khofifah-Emil malah rendah yaitu 47,3 persen.
Di sub kultur Arek, elektabilitas pasangan Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta (Risma-Gus Hans) paling besar mencapai 33,7 persen. Angka ini memepet elektabilitas Khofifah-Emil, meski masih berada di bawahnya.
Di sub kultur lainnya, elektabilitas Risma-Gus Hans tidak mencapai 30 persen. Rinciannya, Mataraman 26,4 persen, Pantura 18,3 persen, Madura 10,6 persen, dan Tapal Kuda hanya 9,7 persen.
Sedangkan pasangan Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim meraup elektabilitas terendah di semua sub kultur, bahkan tidak mencapai 10 persen. Di Arek, pasangan ini hanya dapat 0,3 persen, Mataraman 2,9 persen, Tapal Kuda 1,8 persen, Pantura 3,3 persen, dan Madura 10,6 persen.
Pengumpulan data survei elektabilitas ini dilakukan pada 4-10 September 2024 melalui metode stratified multistage random sampling, melibatkan 1.200 responden dari 38 kabupaten/kota di Jatim. Sementara, margin of error ditetapkan 2,9 persen. [asg/beq]






