Pamekasan (beritajatim.com) – Kebutuhan pasar komersil akan ketersediaan beras untuk wilayah Madura, mencapai angka sebanyak 50 ton per bulan.
Bahkan memasuki masa panen raya tahun ini, Bulog Madura, sudah menyerap sekitar 200 ton dari pada petani di wilayah Madura, terhitung sejak awal tahun hingga Mei 2024.
“Stok beras premium lokal dari petani se Madura, saat ini sudah terserap sekitar 200 ton, dan untuk kebutuhan pasar dipastikan terpenuhi,” kata Kepala Perum Bulog Divre Madura, Kuswadi, Senin (13/5/2024).
Tidak hanya itu, pihaknya juga memastikan jika stok beras Madura, dapat dipastikan aman. “Stok beras Madura mencapai 470 ton, meliputi Bangkalan 150 ton, dan Sampang 120 ton. Sementara Pamekasan dan Sumenep masing-masing tersisa 100 ton,” ungkapnya.
“Sedangkan untuk kebutuhan pasar komersil biasanya hanya sekitar 50 ton per bulan, hal itu untuk seluruh wilayah di Madura,” sambung Kusnadi.
Tidak hanya itu, pihaknya juga berharap stok beras di Madura bisa selalu terpenuhi dan tidak mengalami kelangkaan. “Namun jika terjadi kelangkaan, kami akan mengupayakan meminta kiriman stok beras dari provinsi (Jatim),” jelasnya.
“Dalam artian, kami akan terus mengusahakan agar stok beras di setiap gudang di empat kabupaten di Pamekasan, selalu tersedia dan terhindar dari kelangkaan,” pungkasnya. [pin/aje]






