Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus memperkuat komitmennya dalam mendorong perekonomian berbasis masyarakat melalui penguatan gerakan koperasi. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pemberian penghargaan kepada 12 koperasi berprestasi pada peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra dalam Seminar Hari Koperasi Nasional ke-79 yang digelar di Pendopo Graha Maja Tama (GMT), Pemkab Mojokerto. Dalam sambutannya, Gus Barra (sapaan akrab, red) menegaskan, peringatan Hari Koperasi Nasional menjadi momentum penting bagi koperasi untuk menunjukkan perannya sebagai penggerak ekonomi masyarakat di berbagai sektor.
“Kabupaten Mojokerto memiliki modal yang sangat kuat untuk terus berkembang, kita memiliki petani yang produktif, pelaku usaha mikro yang kreatif, sektor industri yang terus bertumbuh, potensi pariwisata yang menjanjikan, serta sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah. Potensi tersebut harus mampu kita kelola menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan nilai tambah dan kesejahteraan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Gus Barra menegaskan, penguatan koperasi merupakan bagian dari pelaksanaan misi ketiga Catur Abhipraya Mubarok yang menjadi arah pembangunan daerah. Yakni membangun kemandirian ekonomi berbasis masyarakat melalui koperasi, usaha mikro, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Komitmen Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam memperkuat gerakan koperasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari arah pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam Catur Abhipraya Mubarok, khususnya misi ketiga, yaitu membangun kemandirian ekonomi pada semua tingkatan, koperasi dan usaha mikro, serta Bumdesa yang berbasis masyarakat guna mewujudkan keluarga yang sejahtera,” jelasnya.
Untuk memperkuat daya saing koperasi, Pemkab Mojokerto menyiapkan tiga pilar pengembangan, yakni inovasi produk dan usaha, transformasi digital, serta kolaborasi lintas sektor. Pada aspek inovasi, Gus Barra mendorong koperasi melakukan hilirisasi agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah dan memiliki daya saing tinggi.
Sementara transformasi digital dinilai mampu meningkatkan transparansi tata kelola sekaligus memperkuat kredibilitas koperasi. Adapun pada pilar kolaborasi, ia mengajak seluruh pengelola koperasi membuka peluang kerja sama seluas-luasnya dengan berbagai pihak.
“Kolaborasi akan memperluas akses permodalan, memperkuat pemasaran, meningkatkan kualitas produk, menghadirkan inovasi, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Di akhir sambutannya, Gus Barra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota koperasi, pelaku usaha mikro, akademisi, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan yang selama ini berkontribusi memajukan koperasi di Kabupaten Mojokerto.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Mojokerto Abdulloh Muhtar mengatakan, seminar Harkopnas ke-79 diikuti sekitar 500 peserta yang terdiri dari 304 Ketua Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP), perwakilan koperasi wanita, serta berbagai jenis koperasi lainnya di Kabupaten Mojokerto.
“Seminar peringatan Hari Koperasi ini ada sebanyak 500 undangan terdiri dari 304 Ketua KDKMP, perwakilan Koperasi Wanita, dan berbagai jenis koperasi yang ada di Kabupaten Mojokerto,” ujarnya.
Abdulloh juga melaporkan perkembangan KDKMP di Kabupaten Mojokerto. Hingga awal 2026, sebanyak 94 persen KDKMP telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025, meskipun sebagian koperasi masih belum memiliki aktivitas usaha yang signifikan.
“Awal tahun 2026 ini, KDKMP di Kabupaten Mojokerto sudah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan tahun buku 2025 meskipun masih banyak yang nihil, tapi karena itu ketentuan maka alhamdulillah sudah 94 persen KDKMP di Kabupaten Mojokerto sudah bisa melaksanakan RAT tahun buku 2025,” pungkasnya. [tin/aje]






