Pamekasan (beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bakal mendirikan Pos Pengamanan Tembakau di area Jembatan Suramadu. Fasilitas ini guna mengantisipasi masuknya tembakau Jawa ke wilayah Madura.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, saat menghadiri Halaqah Tembakau dengan tema ‘Bersinergi Memperjuangkan Maslahah Tembakau’ di Aula Kantor PCNU Pamekasan, Jl R Abd Aziz 95 Pamekasan, Sabtu (29/7/2023).
Bahkan dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga berencana menjalin kerjasama intens dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jatim maupun kabupaten, guna mencari cara sekaligus proaktif menghindari praktik penyamaran produk tembakau Madura.
Baca Juga: Kota Pamekasan Mulai Dipadati Pedagang ‘Agustusan’
“Kami akan mengambil langkah konkrit untuk mencegah, sekaligus menekan masuknya tembakau luar Madura ke Madura. Paling bagus sebelum menyeberang Suramadu, dilakukan pengecekan terlebih dahulu,” kata Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak.
Hanya saja pihaknya belum bisa menjelaskan secara detail seputar rencana penindakan terhadap persoalan tersebut, namun ia masih berencana berkoordinasi bersama Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, sekaligus dengan instansi terkait.
“Soal penindakan, nanti kami bicarakan dengan Dinas Perdagangan, Dinas Perkebunan, serta aparat berwajib. Tapi nanti kita laporkan dulu kepada Ibu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa),” ungkapnya, singkat.
Baca Juga: Titik Kekeringan di Pamekasan Kian Meluas
Dalam kegiatan tersebut, hadir sejumlah tokoh maupun akademisi yang didapuk sebagai narasumber. Di antaranya Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, KH Ma’ruf Khozin, bersama Guru Besar Biologi Molekuler Universitas Brawijaya (UB) Malang, Prof Sutiman B. Sumitro.
Selain itu juga terdapat nama Ketua Paguyuban Petani dan Pedagang Tembakau se- Madura (P4TM), H Khairul Umam yang juga didapuk sebagai narasumber.
Sementara untuk peserta Halaqah Tembakau PCNU Pamekasan, dihadiri sejumlah perwakilan petani tembakau, perwakilan pengusaha tembakau, para undangan, serta sejumlah kader NU Pamekasan. [pin/beq]






