Pamekasan (beritajatim.com) – Ketersediaan kantong darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, kembali on the track dengan mendapatkan seribu pendonor khususnya pasca pandemi Coronavirus Disease 2019.
Sebab pada masa pandemi yang berlangsung sekitar dua tahun, yakni sejak 2020 lalu. Ketersediaan stok darah di PMI Pamekasan, justru melorot dan hanya berada pada angka ratusan dengan status sangat tidak stabil.
Padahal pada masa normal, yakni sebelum adanya pandemi. UDD PMI Pamekasan dapat mengumpulkan sebanyak seribu lebih kantong darah dalam waktu sebulan. Kontras dengan ketersediaan stok darah pada saat pandemi.
“Biasanya sebelum pandemi, kami mengumpulkan sekitar 1.200 kantong darah sebulan. Namun saat pandemi, banyak hal yang menghalangi kami melakukan aktivitas donor darah, di mana saat itu maksimal kami hanya mengumpulkan sebanyak 600 kantong darah setiap bulan,” kata Kepala UDD PMI Pamekasan, dr Achmad Syafirullah, Kamis (1/9/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”pmi-pamekasan”]
Setelah melewati fase sulit selama masa pandemi yang terjadi sejak 2020 lalu, pria yang akrab disapa dr Syafi mulai optimistis untuk kembali memberikan pelayanan terbaik melalui ketersediaan darah di unit yang dipimpinnya.
“Pada akhir masa pandemi khususnya setelah vaksinasi, kami melakukan berbagai kegiatan untuk terus memenuhi kebutuhan darah di Pamekasan dan sekitarnya. Juli kemarin mulai menggeliat di angka 800 (kantong darah), Agustus (2022) ini tembus di angka 1.050 kantong,” ungkapnya.
Bahkan pihaknya menilai capaian angka seribu dalam waktu sebulan, dianggap sangat penting sekaligus dapat menjadi spirit untuk terus memberikan pelayanan dan kontribusi kemanusiaan melalui pemenuhan kebutuhan darah bagi para pasien.
“Kami sebagai kepala menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim kami yang benar-benar tanpa lelah memeras keringat dan tenaga untuk melakukan berbagai pencarian dan layanan donor darah bagi masyarakat. Tentu saja capaian ini belum sempurna, karena fakta di lapangan kebutuhan darah masyarakat Pamekasan dan sekitarnya terus bertambah,” jelasnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”udd-pmi-pamekasan”]
Selain itu, pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat mengenai kebijakan layanan darah selama masa pandemi. “Dari kami, mohon maaf kepada seluruh masyarakat bila saat tertentu, mungkin kami saat situasi kritis stok dan mengharuskan keluarga pasien donor pengganti, kami minta maaf,” imbuhnya.
“Namun kami tidak akan berhenti dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk terus melakukan kegiatan dan mengumpulkan darah untuk kebutuhan pasien di Pamekasan dan sekitarnya,” tegas dr Syafi.
Tidak hanya itu, dukungan dari masyarakat juga dinilai sangat memicu motivasi UDD PMI Pamekasan, untuk selalu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. “Usaha ini tidak akan berhasil tanpa dukungan dan kesadaran dari masyarakat untuk mendonorkan darah dalam giat donor darah,” tegasnya.
“Rasa hormat dan terima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung kegiatan donor darah, atas nama kemanusiaan terima kasih kepada seluruh pendonor yang bagi kami sudah dianggap sebagai sebagai super hero,” pungkasnya. [pin/kun]






