Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencatat sebanyak 181.867 kepala keluarga (KK) tidak ditemukan keberadaannya selama proses pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang berlangsung sejak 16 Oktober 2025 hingga 20 Januari 2026.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Surabaya, Eddy Christijanto, meminta warga yang belum pernah ditemui petugas survei agar segera melakukan konfirmasi data melalui kantor kelurahan setempat atau melalui laman resmi https://cekinwarga.surabaya.go.id/list-warga-dtsen.
“Karena data DTSEN ini sangat diperlukan oleh pemerintah kota dalam rangka perencanaan pembangunan untuk tahun-tahun berikutnya. Harapan kita pembangunan itu bisa berbasis data,” ujar Eddy di Surabaya, Kamis (19/2/2026).
Eddy menjelaskan, DTSEN berisi gambaran kondisi sosial dan ekonomi warga yang nantinya menjadi acuan pemerintah dalam menetapkan program pembangunan maupun bantuan. Ia menegaskan, pemutakhiran DTSEN tidak hanya menyasar warga kurang mampu pada desil 1 sampai 5, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga menengah ke atas.
“Kami mengharapkan semua warga ini bisa dilakukan survei DTSEN, termasuk yang 181 ribu sekian itu,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses pemutakhiran DTSEN diperpanjang hingga 31 Maret 2026. Untuk mempercepat pendataan, Pemkot Surabaya akan melibatkan RT/RW, lurah, dan camat dalam proses sosialisasi kepada masyarakat.
“Kami sudah sosialisasikan secara Zoom sebelum 20 Januari. Melalui lurah, camat, dan RT/RW kami akan melakukan sosialisasi ke warga,” pungkasnya. (rma/but)






