Jember (beritajatim.com) – Di bawah langit senja yang mulai memudar, Jember memasuki detik-detik keramaian khas bulan suci Ramadan.
Jalanan yang biasanya lengang selepas maghrib kini ramai oleh riuh kendaraan menuju tempat buka bersama atau pulang tarawih.
Dalam suasana ini, Satlantas Polres Jember mengangkat suara, mengingatkan warganya agar tak abai pada keselamatan berkendara di tengah euforia bulan suci.
Patroli Intensif dan Kolaborasi Masyarakat
AKP B. Bagas Simamarta, Kasat Lantas Polres Jember, dengan suara tenang namun tegas, menyampaikan pesannya agar tertib dan berdisiplin berlalu lintas.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Jember, khususnya para pengguna jalan, agar senantiasa mematuhi aturan lalu lintas. Hindari tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Mari bersama-sama menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan kondusif selama bulan Ramadan ini.”kata AKP Bagas.
Imbauan ini bukan tanpa alasan. Data kepolisian mencatat, peningkatan aktivitas jelang buka puasa dan usai tarawih kerap memicu lonjakan pelanggaran, mulai dari balap liar hingga penggunaan knalpot bising.
Bagas menambahkan, pihaknya akan menggencarkan patroli, terutama di jam-jam kritis seperti jelang sahur dan malam hari.
“Jika ditemukan pelanggaran, kami tak segan bertindak tegas,” tegasnya.
3 Fokus Utama: Dari Balap Liar hingga Konten Berbahaya
1. Larang Konvoi dan Balap Liar
“Ramadan bukan ajang pamer kecepatan,” ujar Bagas.
Konvoi kendaraan atau balap liar, menurutnya, bukan hanya mengancam nyawa pelaku, tapi juga mengguncang ketenangan warga yang sedang beribadah. Satlantas akan menyebar anggota di titik rawan, seperti jalan protokol dan area sekitar masjid.
2. Knalpot Brong: Ancaman bagi Ketenangan
Dengungan knalpot modifikasi (brong) kerap memecah konsentrasi jamaah tarawih. “Suara bisingnya bisa memicu konflik sosial. Kami akan sita knalpot non-standar dan ganti dengan yang sesuai aturan,” tegas Bagas. Imbauan ini terutama ditujukan pada kalangan remaja yang kerap memodifikasi kendaraan.
3. Viral di Jalan Bukan Prioritas
Di era konten digital, Satlantas juga mengingatkan bahaya berkendara sambil merekam video atau menyalakan petasan.
“Momen Ramadan memang ingin diabadikan, tapi jangan sampai mengorbankan keselamatan,” tambahnya. Petasan, selain mengganggu, dinilai meningkatkan risiko kecelakaan akibat kepanikan pengendara.
Edukasi hingga Pelosok Kampung
Tak hanya mengandalkan operasi, Satlantas menggandeng tokoh masyarakat dan organisasi pemuda untuk sosialisasi door-to-door. “Kami ingin aturan tak hanya dipahami, tapi jadi kesadaran kolektif,” jelas Bagas.
Langkah ini diharap mampu menekan angka kecelakaan, sekaligus menjaga kekhusyukan ibadah.
Di penghujung wawancara, Bagas berpesan: “Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Mari jadikan Ramadan tahun ini sebagai contoh kedisiplinan kita di jalan raya.” Pesan yang digaungkan tak hanya untuk kepatuhan, tapi juga sebagai bentuk kepedulian antar sesama.
Dengan langkah preventif ini, diharapkan geliat Ramadan di Jember tak hanya dinikmati sebagai ritual spiritual, tapi juga menjadi cermin tertibnya masyarakat dalam menjaga nyawa dan keharmonisan. (ted)






