Gresik (beritajatim.com) – Kasus pembunuhan Sevi Ayu Claudia, perempuan asal Sidoarjo yang jasadnya ditemukan dalam kardus di pinggir Jalan Raya Kedamean, Gresik, kini memasuki babak baru. Satreskrim Polres Gresik menggelar rekonstruksi atas kasus keji tersebut dengan memperagakan 53 adegan yang dilakukan langsung oleh tersangka, Syahrama (36).
Rekonstruksi dilakukan di tiga lokasi berbeda. Pertama di toko fotokopi milik tersangka di Perum Griya Bhayangkara Permai, Sukodono, Sidoarjo, tempat korban dibunuh. Kedua di wilayah Legundi, Driyorejo Gresik, dan terakhir di lokasi pembuangan jasad korban di Jalan Raya Kedamean.
Dalam rekontruksi tersebut, tersangka tampak tanpa rasa canggung saat memperagakan aksi brutalnya. Empat saksi dihadirkan, termasuk orang tua tersangka dan seorang driver ojek online. Di TKP pertama, toko fotokopi Jaya Makmur, tersangka memperagakan 46 adegan yang memperlihatkan kronologi lengkap pembunuhan sadis itu.
Kejadian bermula ketika korban datang mengendarai motor dan memarkirkan kendaraannya di dalam ruko. Ia lalu berbincang dengan tersangka tentang uang Rp5 juta yang disebut-sebut akan dibawa korban. Tersangka yang sudah memegang alat pemotong kertas dengan tangan kiri, memegang punggung korban dan menggiringnya ke dalam ruangan.
Saat korban menjawab “besok” mengenai uang tersebut, tersangka naik pitam dan langsung memukul kepala korban tiga kali menggunakan alat pemotong kertas. Korban sempat berteriak meminta tolong sebelum akhirnya dibekap dan didorong hingga jatuh.
Dalam kondisi lemah, korban sempat ditanyai kembali oleh tersangka soal uang. Ketika korban hanya menggelengkan kepala, Syahrama kembali memukulnya sebanyak lima kali hingga tubuh korban tak berdaya. Tersangka kemudian menyeret korban ke dalam kamar, menjambak rambut dan menarik dagunya, lalu mencekiknya menggunakan alat pemotong kertas hingga tewas.
Setelah memastikan korban tak bernyawa, kepala korban dibungkus plastik dan mulutnya dilakban agar darah tidak berceceran. Jasad korban diikat tali rafia, dimasukkan ke dalam plastik besar, lalu dilipat dan dimasukkan ke dalam kardus. Tersangka sempat bertemu orang tuanya dan seorang driver ojek online, yang saat itu diberi alasan bahwa bungkusan tersebut adalah paket tembakau.
Dengan bantuan seorang teman, kardus berisi mayat dinaikkan ke atas motor. Tersangka kemudian membuang jasad korban di pinggir jalan Kedamean seorang diri. Saat hendak menurunkan kardus, motor dan jasad korban sempat roboh sebelum akhirnya digelindingkan ke semak-semak.
Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Abid Uais Al-Qarni mengatakan, rangkaian rekonstruksi ini mengungkap seluruh adegan secara detail.
“Kami telah melaksanakan rekonstruksi kasus pembunuhan. Total ada 53 reka adegan. Yakni 46 adegan di TKP pembunuhan di Sidoarjo, 2 adegan saat tersangka meminta saksi berhenti di Legundi dan 5 adegan di lokasi pembuangan jasad korban di Kedamean Gresik,” ujarnya, Selasa (5/8/2025).
Ia menambahkan, adegan pembunuhan tergambar jelas antara adegan ke-10 hingga ke-16 saat tersangka memukul kepala korban.
“Di adegan 18 tersangka mencekik korban. Reka adegan 25 sampai 34 tersangka dengan kondisi kalut membungkus jasad korban bernama Sevi sebelum dibuang,” imbuhnya.
Kasus ini terus bergulir dan menjadi perhatian publik karena kekejaman serta kelicikan tersangka dalam menyembunyikan jejak pembunuhan. [dny/ian]






