Gresik (beritajatim.com)- Tangan kiri Sucipto (56) masih dipasang infus. Dengan suara merintih, warga asal Desa Tumapel, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik itu, mengalami luka yang cukup parah setelah punggungnya tertimpa material bangunan saat angin puting beliung menerjang Selasa (29/11) sore.
Kini, Sucipto masih menjalani perawatan medis secara intensif di RSUD Ibnu Sina Gresik. Sebab, punggungnya yang tertimpa bahan material membuat dirinya tidak bisa bangun seperti orang normal.
Selain Sucipto, korban lainnya yang mengalami seperti dirinya. Yakni, Karniti (51) kaki kanannya patah setelah tertimpa bahan material. Kedua orang tersebut, sebelum kejadian berteduh di pos pangkalan ojek. Namun, dalam hitungan detik tiba-tiba muncul angin puting beliung yang menerjang sehingga membuat dua warga tersebut terkapar.
[berita-terkait number=”5″ tag=”puting-beliung”]
Kepala Desa (Kades) Tumapel Ziadatul Akmal, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik, mengatakan, sebenarnya ada tiga warganya yang menjadi korban. Namun, satu orang hanya luka ringan karena kakinya menginjak paku saat hendak menyelamatkan diri. “Semua warga itu, saat kejadian berteduh sewaktu hujan deras disertai angin puting beliung,” katanya, Rabu (30/11/2022).
Kendati dua warga telah mendapat perawatan medis lanjut dia, dirinya mempersalahkan pelayanan medis di RSUD Ibnu Sina. Ini karena dua warga nyaris tidak mendapat pelayanan meski sebagai peserta BPJS. “Sempat ribet administrasinya ada petugas medis yang bilang tidak bisa dicover BPJS dan harus ada rekomendasi dari BPBD mengingat kejadian tersebut termasuk bencana alam,” ujarnya.
Kejadian angin puting beliung yang menerjang di tiga desa Kecamatan Duduksampeyan, menyebabkan belasan rumah warga atapnya hilang diterpa angin. Selain rumah, sekolah madrasah serta mushola mengalami hal yang sama. Akibat kejadian ini, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. [dny/kun]






