Surabaya (beritajatim.com) – Aksi penolakan reklamasi empat pulau di pesisir Surabaya semakin menguat dengan hadirnya dukungan dari Tri Rismaharini, mantan Wali Kota Surabaya yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Sosial.
Didampingi oleh KH Zahrul Azhar Asumta, atau yang lebih dikenal sebagai Gus Hans, keduanya turun langsung ke tengah masyarakat pesisir untuk menyuarakan keprihatinan mereka.
Risma dan Gus Hans menyatakan penolakan terhadap proyek strategis nasional “Surabaya Waterfront Land” yang dianggap dapat merusak kawasan pesisir dan menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat setempat, terutama nelayan.
Dalam aksinya, Risma menegaskan bahwa reklamasi ini bukanlah jalan keluar untuk kesejahteraan masyarakat kecil.
“Saya tidak tahu persoalan pembangunan 4 pulau baru PSN Surabaya Waterfront Land pembangunan 4 pulau reklamasi di Surabaya. Meski saya orang pusat, karena saya menteri sosial. Namun kawasan Pamurbaya ini saya yang membangun dan saya tidak ingin kawasan ini rusak karena pembangunan itu harus mensejahterakan masyarakat kecil,” ujar Risma di hadapan warga yang berkumpul.
Masyarakat pesisir khawatir reklamasi tersebut akan mengganggu ekosistem laut yang telah lama menjadi sumber penghidupan mereka. Sebagai nelayan tradisional, banyak yang mengandalkan hasil tangkapan laut untuk bertahan hidup.
Kehadiran pulau-pulau buatan dikhawatirkan akan mengubah struktur alam dan merusak ekosistem yang ada.
Dukungan dari Risma dan Gus Hans memberikan dorongan moral yang kuat bagi warga pesisir untuk terus memperjuangkan hak mereka.
Bagi Gus Hans, penolakan terhadap reklamasi ini bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga mempertahankan keadilan sosial bagi masyarakat kecil.
“Kita harus menjaga alam dan memastikan bahwa pembangunan tidak merugikan mereka yang paling lemah dan bergantung pada alam,” kata Gus Hans dengan tegas.
Edward Dewaruci, salah satu aktivis lingkungan yang juga mendukung aksi ini. Dia menambahkan bahwa reklamasi ini akan membawa dampak yang sangat besar, terutama bagi ekosistem laut.
“Banyak orang yang tahu akan kehilangan laut. Laut ini menjadi pegangan masyarakat pesisir dan akan hilang karena reklamasi 4 pulau ini,” kata dia.
Edward menegaskan harapan masyarakat pesisir adalah agar suara mereka didengar oleh pemerintah kota. Dengan dukungan dari tokoh-tokoh seperti Risma dan Gus Hans, warga berharap bahwa proyek reklamasi ini akan dipertimbangkan ulang dan rencana yang lebih berkelanjutan akan diambil demi menjaga keseimbangan alam serta kesejahteraan warga. [asg/aje]






