Sampang (beritajatim.com) – Aksi demonstrasi penolakan relokasi oleh pedagang pasar Srimangunan, ke kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, akhirnya membuah hasil. Sekertaris Daerah (Sekda) Yuliadi Setiawan menegaskan bahwa rencana relokasi itu ditunda.
“Berkat kesepakatan bersama, relokasi pedagang pasar Srimangunan ke pasar Margalela ditunda,” terang, Sekda Yuliadi Setiawan, Kamis (24/8/2023).
Lanjut pria yang disapa Wawan ini menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya meminta kepada pedagang beserta tim relokasi untuk duduk bersama membicarakan proses ke depan, terutama terkait program pemerintah demi Sampang yang lebih baik.
“Kita tetap akan mencari solusi untuk kepentingan bersama, nanti kita juga akan membentuk tim kajian yang melibatkan pedagang,” imbuhnya.
Sekedar diketahui, demontrasi tolak relokasi tersebut juga diwarnai aksi dorong dengan petugas, sebab massa yang didominasi oleh emak-emak tersebut berusaha memasuki kantor Pemkab Sampang. Namun, aksi kemudian mereda lantaran Sekda berkenan menemui perwakilan pendemo.
BACA JUGA:
Anggaran Minim, Pasar Srimangunan Sampang Dibiarkan Rusak 3 Tahun
Tak hanya itu, sebelumya massa juga sempat menyodorkan surat kesepakatan kepada Legislatif untuk mendukung penundaan relokasi. Alhasil, tiga anggota DPRD Sampang yakni Fauzan Adhima, Anik Amanillah dan Aulia Rahman menandatanggani surat tersebut.
Sekedar diketahui, rencana relokasi pedagang pasar Srimangunan tersebut tidak di seluruh blok, melainkan hanya pada blok C yang menjual ikan dan rempah-rempah, mereka akan direlokasi ke pasar Margalela yang ada di jalan Samsul Arifin, Kelurahan Polagan, Sampang. Alasanya, pada blok C sudah overload. [sar/but]






