Sampang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Madura, meniadakan anggaran untuk alokasi bantuan kepada nelayan di tahun 2023 ini.
Kepala Bidang (Kabid) Tangkap, Dinas Perikanan Siti Asiya mengatakan, adanya refocusing anggaran karena pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) sangat berpengaruh kepada sejumlah kegiatan diantaranya anggaran bantuan untuk nelayan.
“Tahun ini memang bantuan hibah berupa alat tangkap kepada nelayan tidak ada, memang karena anggaranya minim dampak refocusing Covid-19,” terangnya, Rabu (12/4/2023).
Ia menyebut di daerahnya ada sebanyak 15.000 nelayan yang terdata, dari ribuan nelayan sebagian sudah ada yang dapat bantuan pada 2 tahun lalu dari Kementrian pusat.
“Mereka pada tahun lalu sebagian ada yang mendapatkan, paling banyak dapat dari Kementrian pusat bantuannya,” katanya.
Siti Asiya mengungkap, meski tahun ini tidak ada bantuan bagi nelayan, sosialisasi kepada nelayan tetap dilaksanakan. Hal ini dilakukan bagi nelayan agar semakin meningkatkan hasil tangkap ikan di laut.
“Penyuluhan kepada nelayan tetap ada, meski bantuan hibah ditiadakan,” imbuhnya.
https://beritajatim.com/peristiwa/tawuran-sampang-10-remaja-diamankan-polisi/
Terpisah, menurut Iskandar, salah satu nelayan di Sampang, tetap berharap alokasi bantuan untuk nelayan tetap dianggarkan. Sebab, belakangan ini cuaca sangat ekstrim dan menghambat aktivitas nelayan.
“Kita berharap pemerintah memperhatikan nasib nalayan terutama di saat cuaca ekstrim, jadi bantuan itu bukan hanya alat tangkap ikan saja tetapi juga program pemberdayaa nelayan, agar di saat tidak melaut tetap bisa menghidupi keluarga,” harapnya. [sar/but]






