Politik Pemerintahan

Anggaran Minim, Pasar Srimangunan Sampang Dibiarkan Rusak 3 Tahun

Kerusakan atap pasar besar Srimangunan sebagai pusat perekonomian warga Sampang

Sampang (beritajatim.com) – Selama tiga tahun lamanya, atap bangunan pasar Srimangunan, Kabupaten Sampang, dibiarkan mengalami kerusakan. Bahkan terjadi kebocoran saat hujan.

“Atapnya bocor, sudah hampir tiga tahun tidak ada perbaikan. Padahal, sebagai pedagang di pasar kami tetap bayar retribusi setiap hari,” ujar Sukri, salah satu pedagang pasar, Selasa (20/10/2020).

Melihat kondisi kerusakan atap bangunan yang mengganggu aktivis jual-beli, Sukri mengaku beberapa kali telah melaporkan kepada pengelola pasar Srimangunan supaya ada tindakan perbaikan. “Kalau sampai musim hujan tiba tanpa ada perbaikan, maka para pedagang yang berada di bawah atap tersebut tidak bisa berjualan,” imbuhnya.

Sementara itu, koordinator pedagang pasar Srimngunan, Masnaki berdalih telah meneruskan laporan keluhan dari pedagang kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat. “Kami sudah melaporkan ke Disperindag agar cepat ada perbaikan. Namun, anggaran untuk perbaikan atau pemeliharaan pasar tidak ada dan harus menunggu proyek tahun depan,” lanjutnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disperindag Sampang, Abd. Hannan menjelaskan, kegitan perbaikan pasar Srimangunan menunggu tahun anggaran 2021. “Kami sudah mengusulkan untuk perbaikan tahun depan. Soalnya tergantung anggaran, jika anggaran tidak ada maka belum bisa dilakukan tahun ini,” tandasnya. [sar/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar