Jember (beritajatim.com) – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 5 menegaskan komitmennya terhadap pembangunan sosial berkelanjutan dengan menyalurkan Bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) senilai Rp 207,6 juta di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Penyaluran bantuan tersebut berfokus pada program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), perbaikan lingkungan, dan dukungan pendidikan anak usia dini bagi masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan. Serah terima bantuan dilaksanakan di halaman rumah keluarga Misal, Dusun Curah Buntu, Desa Jenggawah, Kecamatan Jenggawah.
SEVP Operation yang mewakili Region Head PTPN I Regional 5, Asep Sontani, menyatakan bahwa program TJSL diarahkan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
“Program ini difokuskan pada perbaikan hunian dan lingkungan agar masyarakat dapat hidup lebih aman, sehat, dan layak,” ujar Asep Sontani.
Program perbaikan RTLH menjadi porsi terbesar dalam penyaluran TJSL, dengan nilai mencapai Rp167,6 juta. Program ini menyasar tiga keluarga penerima manfaat di Kecamatan Jenggawah, yaitu keluarga Misal, Sukardi, dan Sarifin. Perbaikan telah dimulai sejak 18 September 2025, mencakup penguatan struktur bangunan, perbaikan atap dan lantai, serta peningkatan aspek keselamatan dan kenyamanan hunian.
Pelaksanaan program dikoordinasikan secara ketat dengan pemerintah desa dan unsur kewilayahan setempat. Serah terima bantuan di Desa Jenggawah turut dihadiri oleh Region Head PTPN I Regional 5, Ketua Forum CSR Kabupaten Jember M. Miftahur Ridho, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Jenggawah.
Selain fokus perbaikan hunian, PTPN I Regional 5 juga menyalurkan bantuan gerobak sampah senilai Rp25 juta untuk Dusun Glantangan guna mendukung kebersihan dan kesehatan lingkungan permukiman warga. Perusahaan juga memberikan bantuan Alat Permainan Edukatif (APE) senilai Rp15 juta kepada TK Kusuma Bangsa di Desa Curah Takir sebagai dukungan nyata terhadap pendidikan anak usia dini.
Kepala Bagian Corporate Secretary PTPN I Regional 5, R.I. Setiyobudi, menjelaskan bahwa program TJSL dirancang untuk menjawab kebutuhan sosial masyarakat di sekitar wilayah operasional secara terencana.
“Program ini mencakup perbaikan hunian, penguatan lingkungan, dan dukungan pendidikan sebagai bagian dari pembangunan sosial di tingkat lokal,” kata Setiyobudi.
Salah satu penerima manfaat, Sukardi, mengungkapkan rasa syukurnya atas program ini, menyatakan bahwa kondisi rumah keluarganya kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya. “Sekarang rumah kami lebih aman dan nyaman untuk ditempati bersama keluarga,” ujarnya.
Penyaluran TJSL ini merupakan bagian dari pelaksanaan program TJSL BUMN yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam aspek pengentasan kemiskinan ekstrem, peningkatan kualitas permukiman, kesehatan lingkungan, dan pendidikan dasar. Program ini juga selaras dengan arah kebijakan pembangunan nasional dalam agenda percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di daerah.[rea]






